IHSG Berhasil Rebound, Namun Asing Justru Lepas 10 Saham Unggulan

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:20:15 WIB
ilustrasi rotasi portofolio

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan cukup dalam pada pekan sebelumnya. Kekuatan pasar domestik mampu membawa indeks kembali ke zona hijau meskipun tekanan dari sentimen global belum sepenuhnya mereda.

Kenaikan yang terjadi pada perdagangan awal pekan ini memberikan napas lega bagi para pelaku pasar modal di tanah air. Meskipun penguatannya tergolong tipis, setidaknya arah pergerakan pasar mulai stabil menjauhi zona merah yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data perdagangan, indeks ditutup naik tipis 0,22% ke posisi 6.971,95 pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026). Momentum ini menjadi titik balik krusial bagi indeks setelah melewati fase koreksi yang cukup melelahkan bagi investor ritel.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa terlihat sangat bergairah dengan volume transaksi yang melonjak signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Nilai transaksi ramai, tembus Rp21,17 triliun dengan melibatkan 60,32 saham yang berpindah tangan 2,44 juta kali.

Sejumlah emiten terlihat mendominasi pergerakan hijau yang mendukung penguatan indeks secara keseluruhan pada sesi tersebut. Tercatat sebanyak 327 saham naik, 357 saham turun, dan 134 stagnan dalam dinamika pasar yang sangat fluktuatif ini.

Namun, di balik wajah cerah indeks yang berhasil menghijau, terdapat pola menarik dari aktivitas pemodal luar negeri. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih jumbo sebesar Rp1,92 triliun di seluruh pasar dan sebesar Rp2,71 triliun di pasar negosiasi dan tunai.

Angka tersebut menunjukkan adanya aliran modal masuk yang besar, namun tidak semua saham mendapatkan guyuran dana segar yang sama. Di samping itu, para investor asing juga tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp791,28 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi rotasi portofolio atau aksi ambil untung pada beberapa saham tertentu yang sebelumnya sudah melambung tinggi. Fenomena net foreign sell ini tetap menjadi perhatian utama karena melibatkan nama-nama besar di jajaran blue chip.

Beberapa emiten perbankan kelas kakap dan perusahaan teknologi justru masuk dalam radar jual oleh para manajer investasi asing tersebut. Aksi lepas saham ini terjadi justru saat pasar sedang berusaha membangun momentum kenaikan yang lebih solid ke depan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menduduki posisi teratas dalam daftar pelepasan aset oleh investor mancanegara pada perdagangan hari ini. Nilai jual bersih pada saham bank pelat merah ini mencapai angka yang cukup fantastis yakni Rp316,82 miliar.

Tidak ketinggalan, raksasa teknologi tanah air yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) juga mengalami nasib serupa di pasar reguler. Saham GOTO mencatatkan nilai penjualan bersih oleh asing sebesar Rp172,79 miliar sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (05/05).

Tekanan jual ternyata juga merembet ke sektor perbankan swasta terbesar di Indonesia yang biasanya menjadi favorit investor global. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terpaksa dilepas oleh asing dengan nilai mencapai Rp147,33 miliar menurut sumber tersebut.

Sektor komoditas energi pun tidak luput dari aksi distribusi yang dilakukan oleh pemodal asing di tengah penguatan indeks secara umum. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) masuk dalam daftar jual dengan catatan nilai pelepasan sebesar Rp114,62 miliar.

Perusahaan tambang nikel terkemuka juga merasakan dampak dari pergeseran strategi investasi asing yang cenderung keluar dari sektor tertentu. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp65,19 miliar sebagaimana diberitakan oleh sumbernya.

Konglomerat otomotif dan infrastruktur terbesar di Indonesia pun harus merelakan sebagian sahamnya berpindah tangan dari asing ke domestik. PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan net sell asing senilai Rp53,21 miliar pada penutupan perdagangan hari ini.

Nama besar di sektor pertambangan tembaga dan emas juga terpantau mulai ditinggalkan oleh sebagian investor luar negeri untuk sementara waktu. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp40,08 miliar menurut sumber tersebut.

Sektor energi baru dan terbarukan serta emiten milik konglomerat ternama lainnya juga ikut masuk dalam daftar antrean jual asing. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dilepas oleh asing dengan nilai transaksi bersih mencapai Rp33,94 miliar.

Entitas usaha batu bara yang baru bersiap melakukan aksi korporasi besar juga terpantau mengalami tekanan jual yang cukup terasa di pasar. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) mencatatkan angka penjualan bersih oleh investor asing sebesar Rp33,60 miliar.

Terakhir, perusahaan kimia terintegrasi yang memiliki kapitalisasi pasar besar juga melengkapi jajaran sepuluh saham paling banyak dijual asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) harus puas dengan catatan jual bersih sebesar Rp23,63 miliar sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Zefanya Aprilia berpendapat bahwa pergerakan indeks yang naik tipis ini terjadi setelah pasar mengalami koreksi mendalam pada pekan yang lalu. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun indeks menguat, investor tetap harus waspada terhadap arah arus modal asing.

Melihat daftar tersebut, terlihat bahwa sektor perbankan dan energi menjadi yang paling banyak dilepas meskipun fundamentalnya masih dianggap cukup kuat. Para analis melihat ini sebagai langkah teknis yang wajar dalam mekanisme perdagangan saham harian di Bursa Efek Indonesia.

Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun gairah pasar kembali muncul, selektivitas investor tetap menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan investasi. Penguatan IHSG yang didorong oleh investor domestik memberikan sinyal positif bagi ketahanan pasar modal kita di masa depan.

Kewaspadaan tetap diperlukan mengingat nilai transaksi yang besar menunjukkan tingginya volatilitas yang mungkin terjadi pada perdagangan esok hari. Para trader disarankan untuk terus memantau pergerakan dana asing sebagai salah satu indikator arah pasar jangka pendek.

Dengan pencapaian indeks di level 6.900-an, harapan untuk menembus kembali level psikologis 7.000 menjadi terbuka lebar bagi para pelaku pasar. Kita akan melihat apakah aksi jual asing ini akan berlanjut atau justru berbalik menjadi aksi beli pada sesi berikutnya.

Demikianlah gambaran kondisi pasar modal terkini di mana pergerakan indeks dan perilaku investor asing seringkali tidak berjalan searah secara linier. Dinamika ini memberikan pelajaran bahwa pergerakan harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan satu sama lain.

Terkini