JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai keputusan BI tahan suku bunga sebagai sinyal positif bagi stabilitas makroekonomi dan pengelolaan defisit APBN.
Pemerintah memberikan respons hangat terhadap langkah kebijakan moneter terbaru yang diambil oleh Bank Indonesia di tengah situasi ekonomi global yang masih dinamis. Keputusan tersebut dipandang sebagai fondasi kuat untuk menjaga kepercayaan para pelaku pasar serta memberikan kepastian bagi proyeksi fiskal nasional hingga akhir tahun nanti.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa keselarasan antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan eksternal yang ada. Keberanian otoritas moneter dalam mempertahankan tingkat suku bunga acuan mencerminkan penilaian yang matang terhadap kondisi fundamental ekonomi dalam negeri saat ini.
Fundamental ekonomi yang kokoh terlihat dari angka inflasi yang tetap berada dalam rentang sasaran serta kinerja ekspor yang masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik. Menurutnya, stabilitas ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk lebih fokus dalam mengoptimalkan belanja negara guna mendorong program-pemerataan ekonomi yang sedang berjalan.
Selain itu, pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara juga dipastikan tetap berada pada jalur yang aman dengan tingkat defisit yang terus dipantau secara ketat setiap bulan. Kebijakan suku bunga yang stabil sangat membantu dalam menjaga biaya pinjaman negara agar tidak membengkak di tengah tren kenaikan bunga global yang terjadi.
Airlangga menekankan bahwa koordinasi yang intensif antara Komite Stabilitas Sistem Keuangan sangat efektif dalam meredam dampak negatif dari ketidakpastian geopolitik yang sering muncul tiba-tiba. Pemerintah optimistis bahwa dengan terjaganya indikator-indikator makro ini, target pertumbuhan ekonomi tahunan akan mampu dicapai sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Dalam pernyataannya kepada media, Airlangga Hartarto menyampaikan pandangan optimisnya mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia yang semakin solid dan terintegrasi antar lembaga negara. "Ini adalah sinyal positif bagi pasar, dan menunjukkan koordinasi antara fiskal dan moneter berjalan sangat baik untuk menjaga stabilitas ekonomi kita," Ujar Airlangga Hartarto.
Kepercayaan investor internasional terhadap pasar keuangan domestik diharapkan terus meningkat seiring dengan rilis data-data ekonomi yang menunjukkan perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan secara berkala. Hal ini sangat penting untuk mendukung arus masuk modal asing yang diperlukan dalam memperkuat cadangan devisa serta menjaga nilai tukar rupiah.
Masyarakat dan dunia usaha diharapkan dapat memanfaatkan momentum stabilitas ini untuk terus meningkatkan produktivitas serta melakukan ekspansi bisnis yang sempat tertunda akibat fluktuasi pasar sebelumnya. Kepastian kebijakan adalah modal berharga bagi pertumbuhan sektor riil yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional pada Kamis, 23 April 2026.