Panduan Cermat Perhatikan Hal Penting Sebelum Membeli Rumah KPR

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:56:23 WIB
Panduan Cermat Perhatikan Hal Penting Sebelum Membeli Rumah KPR

JAKARTA - Membeli rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bukan sekadar soal memiliki tempat tinggal. Keputusan ini menyangkut komitmen jangka panjang yang berdampak pada kondisi keuangan.

Banyak orang tergiur promo bunga ringan tanpa memahami risiko dan kewajiban di baliknya. Karena itu, penting untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah KPR. Artikel ini merujuk pada panduan yang dipublikasikan pada 25 Februari 2026 di Rumah123.com.

Kesiapan Finansial Harus Dihitung dengan Matang

Sebelum mengajukan KPR, pastikan kondisi keuangan benar-benar siap. Jangan hanya menghitung cicilan bulanan. Ada banyak biaya lain yang harus dipersiapkan sejak awal.

Biaya tersebut meliputi uang muka atau down payment, biaya akad kredit, biaya notaris, provisi bank, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB. Jumlahnya tidak sedikit. Jika tidak diperhitungkan, tabungan bisa terkuras habis.

Selain itu, bank biasanya mewajibkan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran. Biaya premi juga harus masuk dalam perhitungan. Pastikan setelah semua dibayar, dana darurat tetap aman.

Sebaiknya lakukan simulasi KPR terlebih dahulu. Hitung berapa cicilan ideal berdasarkan penghasilan bulanan. Umumnya, cicilan tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan agar keuangan tetap sehat.

Periksa Legalitas dan Status Sertifikat Rumah

Aspek hukum sangat penting dalam pembelian rumah. Jangan sampai rumah yang dibeli bermasalah secara legal. Periksa jenis sertifikat yang dimiliki.

Sertifikat Hak Milik atau SHM adalah yang paling kuat. Namun rumah dengan status Hak Guna Bangunan atau HGB juga bisa dibeli, selama masa berlakunya masih panjang dan dapat diperpanjang.

Pastikan sertifikat tidak sedang dalam sengketa. Cek juga apakah tanah tidak dalam status jaminan atau blokir. Biasanya bank akan melakukan pengecekan. Meski begitu, pembeli tetap disarankan melakukan pengecekan mandiri ke kantor Badan Pertanahan Nasional.

Langkah ini penting agar tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari. Proses KPR bisa terhambat jika dokumen tidak lengkap atau bermasalah.

Bandingkan Penawaran Bank dan Skema Bunga

Setiap bank memiliki kebijakan berbeda. Karena itu, jangan langsung memilih satu bank tanpa membandingkan. Perhatikan suku bunga yang ditawarkan.

Pahami perbedaan bunga tetap atau fixed dan bunga mengambang atau floating. Bunga fixed biasanya berlaku di awal masa kredit. Setelah itu, bunga bisa berubah mengikuti kondisi pasar.

Metode perhitungan bunga juga perlu dipahami. Ada bunga efektif dan ada bunga flat. Perbedaan ini memengaruhi jumlah cicilan yang dibayarkan setiap bulan.

Tanyakan juga soal biaya penalti pelunasan dipercepat. Beberapa bank mengenakan denda jika KPR dilunasi sebelum waktunya. Informasi ini penting untuk perencanaan jangka panjang.

Cermati Reputasi Developer untuk Rumah Baru

Jika membeli rumah baru, reputasi pengembang wajib diperiksa. Jangan mudah percaya pada brosur atau janji promosi. Cari tahu proyek yang pernah mereka kerjakan.

Pastikan pengembang memiliki izin lengkap. Dokumen seperti izin mendirikan bangunan dan sertifikat induk harus jelas. Idealnya, sertifikat sudah dipecah per unit.

Kunjungi proyek yang sudah selesai dibangun. Lihat kualitas bangunannya secara langsung. Hal ini bisa menjadi gambaran mutu rumah yang akan dibeli.

Jangan membayar uang muka sebelum yakin semua dokumen aman. Langkah ini penting untuk menghindari risiko kerugian.

Perhatikan Lokasi, Lingkungan, dan Biaya Tambahan

Lokasi menjadi faktor utama dalam memilih rumah. Periksa akses menuju tempat kerja, sekolah, dan fasilitas umum. Datangi lokasi pada jam sibuk untuk melihat kondisi lalu lintas.

Perhatikan juga potensi banjir dan tingkat keamanan lingkungan. Informasi ini bisa diperoleh dari warga sekitar.

Selain itu, cek kondisi fisik bangunan. Jangan hanya melihat rumah contoh. Mintalah melihat unit yang akan dibeli. Periksa kualitas atap, dinding, lantai, instalasi listrik, dan air.

Setelah menempati rumah, biasanya ada iuran pengelolaan lingkungan atau IPL. Besarnya berbeda di tiap perumahan. Biaya ini harus masuk dalam perhitungan bulanan.

Dengan memahami seluruh hal tersebut, pembelian rumah melalui KPR bisa dilakukan dengan lebih aman. Keputusan yang matang akan mengurangi risiko masalah keuangan dan hukum di masa depan.

Terkini