Pelni Siapkan 55 Kapal Lebaran 2026, Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:40:53 WIB
Pelni Siapkan 55 Kapal Lebaran 2026, Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni mempersiapkan armada kapal untuk menghadapi lonjakan penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.

MANAJER Komunikasi Korporasi PT Pelni, Nadya Nathasya Zahra, menyampaikan masa peak season angkutan Lebaran 2026 berlangsung mulai 6 Maret hingga 6 April 2026. Menurut Nadya, proyeksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan cuti bersama Hari Raya Nyepi.

“Untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran, Pelni mengoperasikan 55 armada yang terdiri dari 30 kapal perintis dan 25 kapal penumpang. Dari seluruh armada tersebut, total kapasitas mencapai 56.069 seat termasuk dispensasi kapal, dengan total ketersediaan tiket selama periode Lebaran 2026 sebanyak 751.550 tiket,” kata Nadya saat ditemui di KM Dobonsolo dari Pelabuhan Makassar saat menuju Pelabuhan Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu (25 Februari 2026).

Kesiapan Armada dan Kapasitas Penumpang

Pelni memastikan kesiapan armada guna mendukung mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran. Total 55 kapal yang dioperasikan terdiri atas kapal penumpang dan kapal perintis yang melayani berbagai wilayah di Indonesia.

Kapasitas kursi yang tersedia mencapai puluhan ribu tempat duduk, termasuk tambahan kapasitas melalui dispensasi yang ditetapkan sebesar 39%. Dengan kapasitas tersebut, Pelni berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat selama periode Lebaran 2026.

Selain kapasitas kursi, ketersediaan tiket juga telah disiapkan secara menyeluruh untuk mengantisipasi lonjakan permintaan perjalanan laut selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Standar Keselamatan Penumpang

Dari sisi keselamatan, Pelni memastikan ketersediaan alat keselamatan melebihi ketentuan internasional. Jika aturan internasional mensyaratkan minimal 125% dari kapasitas penumpang, Pelni menyediakan alat keselamatan hingga 144% dari kapasitas penumpang.

Secara rinci, untuk kapal penumpang tersedia 61.191 alat keselamatan, sedangkan untuk kapal perintis sebanyak 19.438 alat keselamatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan penumpang tetap terjaga selama periode angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan jumlah pengguna transportasi laut.

Pelabuhan dan Rute Terpadat

Terkait pergerakan penumpang, Pelni memproyeksikan lima pelabuhan terpadat untuk keberangkatan yakni Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Ambon, dan Pelabuhan Baubau.

Sementara untuk pelabuhan terpadat kedatangan diproyeksikan terjadi di Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Balikpapan, dan Pelabuhan Ambon.

Adapun lima ruas terpadat selama momen Lebaran adalah Belawan–Batam, Batam–Belawan, Balikpapan–Surabaya, Kumai–Semarang, dan Makassar–Surabaya. Untuk mengantisipasi kepadatan di lintasan Belawan–Batam, Pelni menugaskan KM Kelud untuk melakukan pelayaran bolak-balik sebagai “setrika” guna mengurai lonjakan penumpang.

Strategi Mengantisipasi Lonjakan Penumpang

Pelni menyatakan telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik kepadatan penumpang selama periode mudik Lebaran. Strategi operasional disiapkan agar pelayanan tetap berjalan optimal meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang secara signifikan.

“Kami sudah memetakan titik-titik kepadatan dan menyiapkan strategi operasional agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama angkutan Lebaran,” pungkas Nadya.

Dengan persiapan armada, kapasitas penumpang, serta strategi operasional yang matang, Pelni optimistis dapat mendukung kelancaran angkutan laut selama musim mudik Lebaran 2026. Perusahaan pelayaran pelat merah tersebut juga menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama selama periode angkutan Lebaran berlangsung.

Terkini