10 Ide Jualan Lauk Matang Rp5.000an yang Cepat Laku dan Untung

Senin, 02 Februari 2026 | 15:51:13 WIB
ide jualan lauk matang

Jakarta - Ide jualan lauk matang bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi siapa pun yang ingin memulai dengan modal terbatas namun tetap berpotensi menghasilkan keuntungan harian. 

Bisnis di bidang kuliner, khususnya penyediaan lauk matang dengan harga terjangkau, memiliki permintaan yang stabil. 

Menu dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 banyak dicari karena mampu memenuhi kebutuhan makanan siap saji bagi masyarakat, termasuk mereka yang memiliki waktu atau anggaran terbatas.

Usaha ini bisa dimulai dengan skala kecil, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, serta proses produksi yang sederhana. 

Tingkat perputaran produk yang cepat dan margin keuntungan yang menarik menjadi keunggulan utama, menjadikannya opsi tepat sebagai bisnis sampingan. 

Selain itu, fleksibilitas dalam pengelolaan operasional memungkinkan penyesuaian dengan jadwal pribadi tanpa mengganggu kegiatan utama.

Dengan strategi yang tepat dan pemilihan menu yang sesuai selera konsumen, bisnis lauk matang berpotensi berkembang pesat. 

Berikut akan disajikan sepuluh ide jualan lauk matang yang bisa dijadikan referensi untuk memulai usaha sekaligus memaksimalkan pendapatan harian.

10 Ide Jualan Lauk Matang

Mari kita pelajari lebih dalam peluang dari ide jualan lauk matang yang memiliki potensi keuntungan menjanjikan di sektor kuliner.

1. Tempe Orek Kering

Tempe orek kering termasuk salah satu lauk yang populer di masyarakat. Bahan utamanya, tempe, mudah diperoleh dengan harga terjangkau. 

Proses memasaknya sederhana, yaitu menggoreng tempe hingga kering, lalu mencampurnya dengan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, gula merah, dan kecap manis. Hidangan ini menghasilkan cita rasa yang khas dan disukai banyak orang.

Keunggulan utama terletak pada daya tahannya yang cukup lama, sehingga bisa disimpan tanpa mengurangi rasa. 

Hal ini mengurangi risiko kerugian akibat stok tidak laku dalam sehari. Mengemasnya dalam porsi kecil dengan harga Rp2.000–Rp5.000 membuatnya menarik bagi berbagai kalangan.

Variasi rasa, misalnya tambahan pedas atau campuran teri, bisa meningkatkan penjualan. Penyajian dalam kemasan higienis dan menarik, seperti plastik kecil atau kertas minyak, dapat menambah nilai jual. 

Produk ini bisa dijual di kantin, warung, atau melalui layanan pesan antar online.

2. Mie Goreng Sederhana

Mie goreng sederhana menjadi menu favorit banyak orang. Bahan dasar bisa berupa mie instan atau mie kuning segar, dipadukan dengan sayuran seperti kol dan sawi, serta bumbu dasar bawang putih, bawang merah, dan kecap. 

Proses memasaknya cepat, sehingga produksi dalam jumlah banyak untuk memenuhi permintaan harian cukup mudah.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah membuat usaha ini mudah dijalankan. Dengan harga Rp2.000–Rp5.000 per porsi, mie goreng ini menjadi pilihan ekonomis bagi konsumen. 

Penambahan topping sederhana, seperti irisan sosis, telur orak-arik, atau taburan bawang goreng, dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual.

Penyajian dalam mangkuk kertas atau kotak plastik mempermudah konsumen untuk membawa pulang atau langsung menyantapnya. 

Strategi promosi melalui media sosial atau paket hemat dapat memperluas jangkauan pasar.

3. Telur Balado Mini

Telur balado mini menawarkan kombinasi rasa pedas dan gurih yang menggugah selera. Telur puyuh atau potongan kecil telur ayam rebus dibalut dengan bumbu balado manis pedas, membuatnya menarik dari segi tampilan dan rasa. 

Telur merupakan sumber protein yang terjangkau, sehingga biaya produksi dapat diatur dengan efisien.

Porsi yang pas untuk sekali makan menjadi daya tarik tersendiri. Bumbu balado bisa dibuat dalam jumlah banyak untuk mempercepat produksi harian. 

Menjualnya dengan harga Rp2.000–Rp5.000 per butir atau per porsi kecil cenderung menarik minat pembeli.

Penyajian dalam wadah transparan memperlihatkan warna merah bumbu balado yang menggoda. 

Penambahan irisan cabai atau daun jeruk bisa menambah aroma dan rasa. Lokasi penjualan yang tepat, seperti perkantoran, sekolah, atau pasar tradisional, akan membantu strategi pemasaran.

4. Tumis Kangkung atau Bayam

Tumis kangkung atau bayam menjadi pilihan lauk sayuran yang sehat. Sayuran hijau seperti kangkung dan bayam mudah didapat dan murah. 

Proses memasaknya cepat, cukup dengan bumbu dasar bawang putih, bawang merah, cabai, dan sedikit penyedap rasa.

Lauk ini menarik bagi konsumen yang mencari tambahan serat dan vitamin dengan harga terjangkau. Satu ikat sayuran bisa menghasilkan beberapa porsi, sehingga margin keuntungan tetap terjaga. 

Menjualnya dengan harga Rp2.000–Rp5.000 per porsi kecil akan menarik perhatian pembeli yang ingin melengkapi hidangan nasi mereka.

Variasi masakan bisa ditambahkan, misalnya terasi, udang rebon, atau irisan tahu/tempe. Kemasan yang rapat dan higienis penting untuk menjaga kesegaran sayuran. 

Penjualan bisa dilakukan di dekat warung nasi, kantin, atau area perumahan untuk menjangkau pasar lebih luas.

5. Tahu Isi Goreng

Tahu isi goreng merupakan lauk sekaligus camilan yang mengenyangkan. Bahan utamanya, tahu, murah dan mudah didapat, dengan isian sayuran seperti tauge, wortel, atau kol, sehingga memiliki nilai gizi dan rasa yang enak. 

Proses penggorengan dengan tepung berbumbu membuat tahu menjadi renyah dan menarik.

Produk ini bisa dijual dengan harga Rp2.000–Rp5.000 per buah. Isian dapat disiapkan dalam jumlah banyak, dan tahu digoreng sesuai permintaan agar tetap renyah. 

Variasi tambahan, seperti isian pedas atau daging cincang, dapat menambah daya tarik.

Penyajian hangat dengan sambal atau cabai rawit akan meningkatkan pengalaman makan. Kemasan kertas atau kotak kecil yang mudah dibawa memudahkan konsumen. 

Penjualan bisa dilakukan di pinggir jalan, pasar, atau melalui pemesanan online.

6. Kentang Mustofa

Kentang mustofa adalah lauk kering yang dibuat dari irisan kentang tipis yang digoreng hingga renyah. Hidangan ini dikenal tahan lama dan tidak mudah lembek. Kentang sebagai bahan utama memiliki harga stabil dan mudah diperoleh.

Kerenyahan dan rasa yang kuat membuat kentang mustofa disukai sebagai lauk pendamping nasi maupun camilan. 

Daya tahan yang lama memungkinkan produksi dalam jumlah banyak tanpa takut cepat basi. Menawarkan porsi kecil seharga Rp2.000–Rp5.000 menarik pembeli yang mencari lauk praktis dan tahan lama.

Untuk menambah variasi, bisa ditambahkan teri, kacang, atau daun jeruk agar aroma lebih kaya. 

Mengemas dalam wadah kedap udara menjaga kerenyahan produk. Penjualan bisa diarahkan untuk bekal perjalanan, stok makanan di rumah, atau sebagai oleh-oleh.

7. Sambal Teri Kacang

Sambal teri kacang merupakan lauk kering yang mengombinasikan gurihnya ikan teri dan renyahnya kacang tanah. Hidangan ini populer sebagai pelengkap nasi dan memiliki daya tahan lama. Bahan baku utama, teri dan kacang tanah, relatif murah dan mudah didapat.

Keunggulannya terletak pada rasa yang kuat dan kemampuan bertahan lama. Porsi kecil seharga Rp2.000–Rp5.000 menjadi pilihan ekonomis bagi konsumen. 

Proses pembuatannya melibatkan penggorengan teri dan kacang, lalu dicampur dengan bumbu sambal yang telah ditumis.

Penambahan irisan cabai merah, daun jeruk, atau lengkuas dapat meningkatkan aroma dan rasa. 

Kemasan toples kecil atau plastik klip kedap udara menjaga kualitas produk. Produk ini bisa dijual di toko kelontong, pasar, atau melalui platform daring.

8. Oseng Tempe Kecap

Oseng tempe kecap adalah lauk sederhana namun kaya rasa. Tempe sebagai bahan utama sangat ekonomis dan bergizi, serta mudah ditemukan. Proses memasaknya cepat dan bumbu yang digunakan umum di pasaran.

Hidangan ini disukai karena rasa manis gurih dan tekstur tempe yang lembut, cocok sebagai pendamping nasi hangat. 

Menjualnya dalam porsi kecil seharga Rp2.000–Rp5.000 menarik konsumen yang mencari lauk harian praktis.

Oseng tempe kecap bisa divariasikan dengan tambahan tahu, buncis, atau cabai hijau untuk rasa lebih kompleks. 

Penyajian dalam wadah plastik kecil atau kotak makan memudahkan konsumen. Target pasar bisa pekerja kantoran, anak sekolah, atau ibu rumah tangga yang membutuhkan lauk siap saji.

9. Perkedel Kentang atau Tahu

Perkedel kentang atau tahu adalah lauk goreng dengan tekstur lembut di dalam dan renyah di luar. 

Kentang dan tahu merupakan bahan ekonomis yang mudah diolah. Proses pembuatannya meliputi penghalusan kentang atau tahu, pencampuran bumbu, pembentukan, lalu digoreng.

Hidangan ini cocok sebagai lauk tambahan atau camilan. Porsi kecil seharga Rp2.000–Rp5.000 per buah menarik minat pembeli. 

Variasi bisa ditambahkan, misalnya daging cincang, kornet, atau irisan seledri, untuk memperkaya rasa.

Penyajian hangat dengan saus sambal atau cabai rawit menambah kenikmatan. Kemasan kertas minyak atau kotak kecil yang higienis menjaga kualitas. Penjualan dapat dilakukan di kantin, warung makan, atau acara khusus.

10. Sayur Sop Ekonomis (Porsi Kecil)

Sayur sop ekonomis dalam porsi kecil merupakan pilihan lauk berkuah yang segar dan bergizi. 

Bahan utama bisa berupa wortel, kentang, buncis, dan kol, dengan tambahan sedikit ayam atau sosis untuk rasa lebih kaya. Proses memasaknya sederhana dan biaya produksi rendah.

Hidangan ini sesuai untuk konsumen yang ingin menikmati lauk berkuah hangat dan sehat. Porsi kecil seharga Rp2.000–Rp5.000 menjadi pelengkap nasi yang menarik. 

Sayur sop juga bisa divariasikan dengan makaroni atau bakso untuk tekstur dan rasa berbeda.

Penyajian dalam mangkuk plastik tahan panas dengan tutup rapat menjaga kehangatan dan kebersihan. 

Penjualan bisa dilakukan di area perkantoran, sekolah, atau pasar pagi untuk sarapan atau makan siang praktis. Konsistensi rasa dan kebersihan menjadi prioritas utama.

Sebagai penutup, dengan berbagai pilihan sederhana dan lezat, ide jualan lauk matang ini bisa menjadi peluang usaha praktis dan menguntungkan setiap harinya.

Terkini