JAKARTA - Pembangunan infrastruktur jalan tol di Pulau Sumatera kembali menjadi fokus utama pemerintah bersama PT Hutama Karya (Persero). Di tengah upaya percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Tahap II, pemerintah bersama DPR RI memberikan dukungan penuh kepada Hutama Karya untuk menyelesaikan Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi serta mengembangkan rencana koridor lanjutan berupa Tol Jambi–Rengat. Dukungan ini bukan sekadar pernyataan formal, melainkan bagian dari strategi besar memperkuat konektivitas antar-provinsi, mempermudah distribusi logistik, dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.
Percepatan Penyelesaian Tol Betung–Tempino–Jambi: Beragam Tahapan
Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi memiliki panjang keseluruhan sekitar 170,70 kilometer, dan saat ini berada di berbagai tahap pembangunan dan operasional. Dua segmen awal—Bayung Lencir–Tempino (34,10 km) serta Tempino–Ness (18,49 km)—telah beroperasi dan melayani pengguna tanpa tarif. Sementara itu, konstruksi sepanjang 118,14 kilometer masih berjalan aktif. Segmen yang tengah dibangun mencakup Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) sepanjang 62,38 kilometer dan Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) sepanjang 55,76 kilometer.
Pemantauan progres proyek dilakukan melalui kunjungan kerja di lokasi, termasuk Gerbang Tol Pijoan di Tol Betung–Jambi, sebagai bagian dari peninjauan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Jambi. Kegiatan ini memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan konektivitas wilayah.
Data Progres Lahan dan Konstruksi: Target 2027
Dalam penjelasan resmi yang dirilis, data perkembangan pembangunan menunjukkan dinamika progres yang berbeda pada tiap seksi konstruksi. Pada Seksi 1A, pembebasan lahan mencapai 48,32%, sementara progres konstruksi sudah menyentuh angka 57,64% dengan target penyelesaian pada Kuartal I 2027. Seksi 1B telah mencapai pembebasan lahan 41,14%, tetapi progres konstruksinya masih berada di angka 13,39%, dengan target penyelesaian yang sama.
Sementara itu, pada Seksi 2, Seksi 2A mencatat pembebasan lahan 28,45% dan progres konstruksi 22,03%, sementara Seksi 2B menunjukkan pembebasan lahan 40,48% dengan progres konstruksi 22,37%. Kedua sub-seksi Seksi 2 ditargetkan selesai pada Kuartal IV 2027.
Progres tersebut mencerminkan percepatan yang terus diupayakan, namun sekaligus menunjukkan tantangan teknis di lapangan dalam melaksanakan penyelesaian proyek infrastruktur berskala besar.
Fokus Kebijakan: Hubungkan Antardaerah dan Genjot Aktivitas Ekonomi
Pemerintah bersama Hutama Karya menekankan bahwa kelanjutan pembangunan tol ini tidak semata tentang pengerjaan fisik jalan, melainkan tentang hasil akhir yang lebih luas: memperkuat konektivitas antardaerah, mempercepat arus logistik, menurunkan biaya transportasi, serta menghadirkan manfaat yang lebih cepat bagi masyarakat dan pelaku usaha. Hal ini termasuk upaya memaksimalkan potensi ekonomi lokal di sekitar koridor tol.
Dalam konteks tersebut, tol yang direncanakan ini diproyeksikan dapat memperlancar mobilitas orang dan barang, menghubungkan kawasan industri dan pertanian di wilayah sekitar Jambi dengan pelabuhan dan pusat logistik di provinsi sekitarnya, serta membuka akses yang lebih andal menuju destinasi wisata dan kawasan konservasi.
Rencana Tol Jambi–Rengat: Menghubungkan Lebih Luas
Sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan tol di Sumatera, Hutama Karya juga menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang sekitar 198,13 kilometer. Ruas ini direncanakan menjadi kelanjutan koridor utama yang menghubungkan Jambi dengan Riau, serta kawasan produktif di sekitar Sungai Enok yang memiliki aktivitas ekonomi di sektor kelapa sawit dan perikanan.
Pembangunan tol lanjutan ini juga dianggap penting dalam menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antardaerah, terutama di wilayah yang selama ini masih kerap menghadapi keterbatasan kualitas dan kapasitas jaringan jalan eksisting. Dengan tol yang terkoneksi hingga Rengat, harapannya jaringan logistik akan semakin efisien dan kemampuan distribusi pusat-pusat ekonomi di Sumatera akan semakin meningkat.
Dampak Sosial dan Ekonomi Kawasan Tol
Pembangunan kedua ruas tol ini tidak hanya dilihat sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga sebagai pemicu tumbuhnya aktivitas sosial ekonomi di sepanjang koridor. Selain mempercepat mobilitas, proyek tol ini juga membuka peluang pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di rest area serta menyediakan fasilitas penunjang seperti overpass dan underpass yang mempertimbangkan mobilitas masyarakat lokal.
Dengan konektivitas yang semakin kuat, diharapkan wilayah-wilayah yang selama ini kurang terjangkau jaringan cepat dapat lebih mudah diakses, sehingga kesejahteraan masyarakat di sekitar tol turut terdorong. Konsep ini sejalan dengan visi pemerintah dan Hutama Karya untuk menghadirkan infrastruktur yang tak hanya efisien, tetapi juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi.
Sinergi Pemerintah dan Hutama Karya
Pernyataan dukungan dari pemerintah dan DPR RI terhadap proyek tol Betung–Tempino–Jambi serta rencana tol Jambi–Rengat mencerminkan keterlibatan lintas pemangku kepentingan demi percepatan pembangunan infrastruktur yang strategis. Dengan dukungan kebijakan, koordinasi lapangan, dan target penyelesaian yang jelas, pembangunan tol ini diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga membawa manfaat luas bagi pergerakan orang dan barang di Sumatera dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.