JAKARTA - Antusiasme masyarakat untuk kembali ke kampung halaman menyambut Lebaran 2026 tampaknya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan bahwa penjualan tiket kereta api untuk masa angkutan mudik mengalami lonjakan signifikan, dengan ribuan tiket cepat terjual hanya dalam beberapa hari pembukaan penjualan.
Tren Pemesanan Paling Awal dalam Sejarah KAI
Penjualan tiket kereta api untuk pergerakan mudik Lebaran tahun ini dibuka sejak akhir Januari lalu dengan skema H-45 — artinya calon penumpang dapat memesan tiket sejak 45 hari sebelum tanggal keberangkatan yang diinginkan. Sistem ini diterapkan secara bertahap sesuai tanggal keberangkatan tiap jadwal, dimulai dari 11 Maret (H-10) hingga 1 April (H+10) 2026.
Skema H-45 sejatinya dirancang untuk memberi ruang perencanaan lebih matang bagi pemudik, sekaligus membantu manajemen perjalanan agar lebih tertib dan terukur di masa lonjakan arus mudik. Sarana penjualan tiket yang tersebar di berbagai kanal resmi — seperti situs web booking KAI, aplikasi Access by KAI, serta mitra reseller resmi — diharapkan bisa memenuhi tingginya permintaan, sekaligus meminimalkan risiko praktik penipuan atau harga tak wajar.
131.756 Tiket Terjual dalam Waktu Singkat
Menurut laporan resmi KAI, hingga akhir Januari 2026 jumlah tiket untuk periode angkutan mudik telah mencapai angka 131.756 tiket yang terjual. Jumlah ini merupakan total pemesanan hingga pukul 10.00 WIB pada 30 Januari 2026, mengindikasikan tingginya minat calon pemudik untuk mengamankan tiket jauh sebelum puncak musim mudik tiba.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan berlanjutnya proses pemesanan. Hal ini mencerminkan kesiapan masyarakat yang merencanakan perjalanan mereka jauh sebelum tanggal Lebaran.
Rute Favorit dan Perilaku Pemesanan
Data sementara juga menunjukkan relasi atau rute kereta yang paling banyak diminati oleh pemudik, seperti Yogyakarta–Gambir, Pasarsenen–Lempuyangan, Lempuyangan–Pasarsenen, Gambir–Yogyakarta, hingga Yogyakarta–Surabaya Gubeng. Rute-rute ini mencerminkan volume mobilitas tinggi masyarakat Indonesia menuju dan dari pusat-pusat kota besar di Pulau Jawa saat periode awal mudik.
Tren tersebut menunjukkan bahwa rute-rute strategis antara kota besar dan daerah asal tradisional masih menjadi pilihan utama pemudik, baik untuk pulang maupun kembali. Faktor ini dipengaruhi oleh alasan keluarga, tradisi, serta adanya libur panjang yang mempermudah perencanaan waktu perjalanan.
Imbauan KAI untuk Pemesanan Melalui Kanal Resmi
KAI aktif mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi penjualan. Tujuannya adalah untuk menghindari risiko penipuan, perbedaan harga yang tidak wajar, ataupun masalah validitas saat hari keberangkatan. Dilayani lewat Access by KAI, situs resmi booking, maupun mitra resmi lainnya, pembelian tiket secara online diyakini akan lebih aman serta memberikan kepastian bagi calon penumpang.
KAI juga menyediakan layanan Contact Center (121 atau WhatsApp resmi KAI121) sebagai sarana informasi tambahan bagi masyarakat yang ingin memastikan jadwal, ketersediaan tiket, atau hal-hal teknis lain sebelum keberangkatan.
Gambaran Besar Antusiasme dan Tantangan Operasional
Fenomena tiket yang cepat terjual ini juga mencerminkan tren mudik di Indonesia yang terus kuat dari tahun ke tahun — suatu kebiasaan yang melibatkan jutaan orang balik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besarnya. Tradisi mudik telah menjadi bagian dari budaya sosial masyarakat Indonesia dan selalu berdampak signifikan pada sektor transportasi nasional.
Tingginya permintaan ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi KAI dalam mengatur layanan, termasuk ketersediaan kereta tambahan, penjadwalan ulang jika diperlukan, dan pengamanan operasional di puncak arus mudik nanti. Peningkatan jumlah penumpang seringkali memerlukan langkah antisipatif ekstra, seperti penambahan kereta atau peningkatan fasilitas di stasiun, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan selama musim puncak perjalanan ini.
Minat masyarakat terhadap tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2026 menunjukkan antusiasme luar biasa dengan ribuan tiket terjual dalam waktu singkat sejak pembukaan penjualan. Pola perjalanan melalui rute favorit, kombinasi sistem H-45, dan imbauan untuk membeli melalui kanal resmi menjadi bagian penting dari dinamika ini. KAI terus bersiap menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi akan semakin meningkat hingga mendekati hari H Lebaran.