BPTD Maluku Rampcheck Armada Demi Angkutan Ramadan dan Lebaran Aman

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:13:32 WIB
BPTD Maluku Rampcheck Armada Demi Angkutan Ramadan dan Lebaran Aman

JAKARTA - Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada bulan suci Ramadan hingga puncak arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, kesiapan layanan transportasi menjadi perhatian utama. Lonjakan penumpang yang biasanya terjadi pada periode ini membuat aspek keselamatan dan kelayakan armada harus dipastikan sejak dini, agar perjalanan masyarakat tetap nyaman dan terhindar dari risiko kecelakaan maupun gangguan layanan.

Untuk itu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Wilayah Maluku mulai melaksanakan kegiatan rampcheck terhadap armada angkutan kapal dan bus. Rampcheck dilakukan sebagai langkah pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan dan kapal yang akan melayani masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026, dengan tujuan memastikan seluruh sarana transportasi beroperasi dalam keadaan laik jalan dan aman.

Rampcheck Dimulai Lebih Awal Antisipasi Lonjakan Angkutan Lebaran

Pelaksanaan rampcheck ini dilakukan meskipun puncak Lebaran masih sekitar dua bulan lagi. Namun, pemerintah menilai langkah antisipasi dini penting karena pergerakan angkutan Lebaran umumnya jauh lebih besar dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemeriksaan awal diharapkan dapat memberi waktu cukup bagi operator untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kekurangan pada armada.

Menurut Hasan Bisri, rampcheck bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan kesiapan transportasi menghadapi tingginya kebutuhan layanan pada Ramadan dan Lebaran. Ia menegaskan bahwa kesiapan armada yang baik akan sangat menentukan kelancaran perjalanan masyarakat, terutama saat puncak mudik dan arus balik.

Lokasi Pemeriksaan Bus, Damri, dan Pelabuhan Penyeberangan

Rampcheck armada dilakukan di sejumlah titik yang menjadi jalur vital mobilitas masyarakat Maluku. Untuk angkutan darat seperti bus, pemeriksaan dilaksanakan di Pook Damri dan terminal transit Passo. Sementara untuk angkutan penyeberangan, pemeriksaan dilakukan di pelabuhan-pelabuhan utama yang kerap menjadi akses lintasan masyarakat antarwilayah.

Beberapa lokasi pemeriksaan angkutan penyeberangan meliputi Pelabuhan Galala, Namlea, Hunimua, dan Waipirit. Pemilihan lokasi ini dilakukan karena pelabuhan tersebut merupakan simpul penting dalam arus penumpang maupun kendaraan yang melintas selama Ramadan hingga Lebaran.

Dengan pelaksanaan rampcheck di berbagai titik tersebut, BPTD Maluku berharap tidak ada armada yang beroperasi tanpa pemeriksaan kelayakan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan disiplin operator dalam menjaga kondisi sarana transportasi.

Pemeriksaan Teknis Kendaraan dan Kelengkapan Administrasi

Rampcheck yang dilakukan BPTD Maluku mencakup pemeriksaan teknis dan administratif. Untuk bus dan kendaraan darat lainnya, aspek yang dicek meliputi pengereman, lampu, kondisi ban, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi. Pemeriksaan ini penting karena masalah teknis seperti rem blong atau ban tidak layak sering menjadi faktor pemicu kecelakaan, terutama saat kendaraan beroperasi dalam intensitas tinggi di musim mudik.

Sementara itu, pada kapal penyeberangan pemeriksaan dilakukan lebih luas karena menyangkut keselamatan penumpang di laut. Tim melakukan pengecekan dokumen kapal, alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, kondisi teknis mesin, dan komponen pendukung lainnya. Pemeriksaan alat keselamatan menjadi krusial mengingat kapal penyeberangan membawa penumpang dalam jumlah besar serta kendaraan, sehingga standar keamanan harus benar-benar terpenuhi.

Melalui pemeriksaan menyeluruh ini, BPTD Maluku menargetkan agar setiap armada yang beroperasi memiliki kesiapan maksimal dan memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.

SPM Dermaga dan Langkah Antisipasi Dini dari Kementerian

Selain rampcheck, upaya kesiapan juga dilakukan melalui pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada fasilitas dermaga. Hasan Bisri menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Direktorat Sungai, Danau, dan Penyeberangan telah melakukan pemeriksaan SPM di dermaga Hunimua dan Waipirit sebagai bentuk antisipasi dini.

Pemeriksaan SPM ini bertujuan memastikan fasilitas penyeberangan dapat melayani masyarakat secara optimal, baik dari sisi kenyamanan maupun keselamatan. Dermaga yang siap, tertata, dan memenuhi standar pelayanan akan mengurangi potensi penumpukan penumpang, meminimalkan antrean panjang, serta mendukung kelancaran operasional kapal.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa kesiapan Lebaran bukan hanya fokus pada armada, tetapi juga pada prasarana pendukung seperti pelabuhan dan terminal.

Koordinasi Operator dan Jadwal Kapal Jadi Kunci Kelancaran

BPTD Maluku juga menekankan pentingnya koordinasi antarpihak dalam mendukung kelancaran transportasi Ramadan hingga Lebaran. Selain memastikan armada laik jalan, koordinasi antaroperator dan pengelola pelabuhan dinilai sangat menentukan, terutama dalam penyesuaian jadwal kapal agar tidak terjadi kekosongan layanan pada lintasan tertentu.

Dengan jadwal yang tertata dan koordinasi yang baik, mobilitas masyarakat dapat berlangsung lancar tanpa hambatan besar, termasuk saat arus mudik dan balik mencapai puncaknya. BPTD berharap seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan sinergi demi memastikan pelayanan transportasi berjalan tertib dan aman.

Hasan Bisri menutup penjelasannya dengan menegaskan kembali bahwa langkah antisipasi ini dilakukan karena besarnya potensi lonjakan penumpang pada musim Lebaran.

Melalui rampcheck dan pemeriksaan prasarana sejak dini, BPTD Maluku optimistis layanan transportasi darat maupun penyeberangan selama Ramadan dan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Terkini