Target Investasi Olahraga Rp 8.000 Triliun, Ekonom Ingatkan Syarat Utama

Senin, 31 Agustus 2026 | 03:22:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Stadion Utama Gelora Bung Karno yang megah dan riuh penonton saat Asian Para Games 2018 lalu bisa menjadi gambaran kecil potensi ekonomi olahraga Indonesia. Sayangnya, potensi itu belum tergarap maksimal. Kontribusi industri olahraga ke PDB nasional kini diperkirakan masih di bawah 0,2 persen, jauh tertinggal dari Inggris yang menyentuh 2,5 persen dan AS yang tembus 5 persen.

Modal Besar yang Belum Dikelola

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai Indonesia sebenarnya punya banyak keunggulan yang tidak dimiliki negara lain. Pasar domestiknya luas, basis manufaktur apparel dan alas kaki sudah kuat, dan cabang olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, hingga sport tourism punya basis penggemar besar.

"Persoalannya adalah bagaimana keunggulan tersebut diubah menjadi industri yang menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan," ujar Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet.

Ia menegaskan sektor olahraga selama ini belum menjadi pilar utama investasi nasional. Padahal, dari sisi pasar, Indonesia sebenarnya lebih unggul dibanding banyak negara maju.

Regulasi dan Insentif Jadi Kunci

Wijayanto menekankan bahwa target Rp 8.000 triliun tidak akan tercapai tanpa fondasi yang kuat. Ia menyebut tiga syarat utama: kompetisi olahraga yang rutin digelar sejak usia dini, regulasi yang berintegritas, dan insentif fiskal maupun non-fiskal bagi pelaku usaha yang terlibat.

"Terkait nilai investasi yang diperlukan, perlu perhitungan yang mendalam, rasanya akan jauh di bawah Rp 8.000 triliun," katanya.

Langkah awal pun mulai digarap. Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian Pemuda dan Olahraga menandatangani Nota Kesepahaman terkait perizinan berusaha berbasis risiko (OSS) pada Jumat (28/8). Ini menjadi pintu masuk untuk memudahkan investor yang ingin menanamkan modal di sektor olahraga.

Pasar Global yang Tumbuh 8 Persen per Tahun

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyebut industri olahraga global bernilai sekitar USD 521 miliar atau setara Rp 8.000 triliun. Angka itu tumbuh 8 persen setiap tahun, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi mayoritas negara.

"Belum sport tourism, yang nilainya hampir USD 600 miliar dan pertumbuhannya juga signifikan," ujar Erick.

Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani, menambahkan bahwa investasi olahraga harus berdampak luas pada ekonomi dan pariwisata. Artinya, modal yang masuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menggerakkan sektor lain seperti perhotelan, transportasi, dan UMKM lokal.

Dengan pasar domestik yang besar dan basis penggemar yang loyal, Indonesia punya modal untuk mengejar ketertinggalan. Tinggal bagaimana pemerintah menyiapkan regulasi yang ramah investor dan memastikan kompetisi berjalan dengan integritas.

Terkini

Panduan Olahraga di Rumah Lengkap untuk Pemula

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:00:02 WIB

Menu Makanan Sebelum dan Sesudah Olahraga di Rumah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:56:19 WIB

Cara Mengecilkan Perut Buncit dengan Olahraga 15 Menit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:55:01 WIB

Panduan Pembentukan Otot Muscle Building di Rumah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:53:01 WIB