JAKARTA - Nilai tukar rupiah terkoreksi ke posisi Rp17.763 per dolar AS dipicu oleh perselisihan di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas pada Rabu sore (2/9/2026).
Pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah internasional serta menguatnya imbal hasil obligasi Paman Sam.
Pengamat memproyeksikan mata uang rupiah masih berpotensi meneruskan tren pelemahan apabila harga minyak mentah dunia bertahan pada level tinggi.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan lonjakan terbesar di kawasan Asia usai terangkat 0,58 persen.
Yen Jepang turut menguat 0,32 persen, baht Thailand menanjak 0,05 persen, dan rupee India terkerek naik 0,003 persen.