MSCI dan FTSE Pertahankan Status Emerging Market Pasar Modal Indonesia (

MSCI dan FTSE Pertahankan Status Emerging Market Pasar Modal Indonesia (
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (FOTO: NET)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa posisi pasar keuangan nasional masih kokoh pada tingkatan Emerging Market.

Kedudukan ini terus dipertahankan oleh tiga badan pembuat indeks internasional, yakni MSCI, FTSE Russell, serta S&P Dow Jones Indices (DJI).

Dari sumbernya menyatakan penetapan tersebut menegaskan bahwasanya ketiga lembaga pembuat indeks internasional mengapresiasi pembenahan yang telah dieksekusi oleh pihaknya beserta Self-Regulatory Organization (SRO).

Pihak otoritas berikhtiar mempercepat perwujudan program strategis untuk membenahi iklim pasar modal.

"Pada review terakhirnya, MSCI, FTSE, dan S&P Dow Jones Indices masih mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market. Keputusan tersebut memberikan optimisme bahwa lembaga global index provider telah memberikan pengakuan terhadap berbagai upaya perbaikan yang telah kami lakukan bersama," ungkapnya dalam Raket bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dari sumbernya menerangkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai memperlihatkan arah perbaikan.

Bila dihitung sejak menyentuh dasar terendahnya, IHSG dilaporkan telah merangkak naik mendekati 20%.

"IHSG telah menunjukkan tren pemulihan dan semakin konvergen dengan indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Indonesia, dengan penguatan sekitar 20% dari titik terendah di awal tahun 2026," jelasnya.

Dari sumbernya menimpali bahwa kondisi fundamental perusahaan tercatat turut bergerak positif disertai rata-rata pertumbuhan dua digit dan lonjakan profitabilitas selama kuartal II-2026.

Pihaknya bertekad untuk terus memicu pasar keuangan agar makin berdaya saing sebagai media pendanaan maupun instrumen investasi.

"Kami akan terus melanjutkan reformasi pasar modal agar semakin kompetitif sebagai sumber pembiayaan dan semakin menarik sebagai instrumen investasi dengan tetap memperkuat transparansi, penegakan hukum, pelindungan investor, dan juga integritas pasar," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index