Donald Trump Sebut Pejabat Iran Sendiri Tidak Tahu Siapa Pemimpin Mereka

Donald Trump Sebut Pejabat Iran Sendiri Tidak Tahu Siapa Pemimpin Mereka
AS VS IRAN. ( sumber : net )

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengatakan para pejabat Iran sendiri bahkan tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas negara mereka.

Trump juga menyebut bahwa kepemimpinan militer Iran sudah sangat melemah.

Ketika ditanya siapa yang saat ini bertanggung jawab di Iran, Trump berkata:

“Mereka sebenarnya tidak tahu. Mereka benar-benar tidak tahu. Menurut pendapat saya, mereka tidak tahu siapa pemimpinnya,” jawab Trump, dilansir Iran International.

“Ada kelompok radikal, tetapi mereka telah dimusnahkan dari sudut pandang militer karena militer hanya sebagian kecil dari sebelumnya.”

“Saya rasa mereka sendiri tidak tahu siapa pemimpin mereka.”

Trump juga menyebut Iran sebagai negara gagal dan mengatakan angkatan laut, angkatan udara, serta sebagian besar kemampuan pengawasan Iran telah hilang.

“Itu tidak berarti kami tidak akan menyerang mereka. Kami lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump dari Sumbernya.

PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV.

Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

(tangkapan layar)

Apa yang Terjadi dengan Pemimpin Iran?

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, hingga kini belum terlihat di hadapan publik secara langsung selama lebih dari enam bulan.

Menurut ulasan Radio Free Europe/Radio Liberty, tidak ada rekaman video, pesan suara, maupun penampilan publik yang dapat memverifikasi keberadaannya secara independen.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menjalankan pemerintahan Iran dan mengambil keputusan atas nama pemimpin tertinggi negara tersebut.

Baca juga: 6 Bulan Tak Muncul!

Mojtaba Khamenei Mulai Diragukan, Warga Iran Bertanya: Siapa yang Pimpin Negara?

Mojtaba Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan awal perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Pada awalnya, absennya Mojtaba dari ruang publik dianggap sebagai bagian dari langkah keamanan untuk melindungi pemimpin baru Iran dari kemungkinan serangan lanjutan.

Media pemerintah Iran bahkan menyebut ketidakhadirannya sebagai “active absence” atau ketidakhadiran aktif.

Namun, setelah lebih dari enam bulan, alasan tersebut mulai dipertanyakan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index