Iperindo Minta Dukungan Kebijakan Fiskal untuk Industri Galangan Kapal

Iperindo Minta Dukungan Kebijakan Fiskal untuk Industri Galangan Kapal
Pembangunan Kapal Baru di Indonesia. ( sumber : net )

JAKARTA - Sektor galangan kapal domestik masih menjumpai beberapa kendala yang memerlukan sokongan regulasi pemerintah.

Salah satunya adalah aturan fiskal dan pembiayaan yang sanggup menciptakan iklim niaga lebih bersaing bagi sektor perkapalan tanah air.

Tiga orang penting dari InJourney Airports, Erlangga Aekukula Renggana, Aprizal, serta Ferry Kusnowo, bakal hadir di Passenger Terminal Expo Asia 2026 yang bertempat di Sands Expo & Convention Centre, Singapura, 23–24 September 2026.

Mereka bakal mengupas soal pengalaman penumpang, pemasukan non-aeronautika, serta pengaplikasian teknologi di bandara Indonesia yang mereka pimpin.

Begitu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Anita Puji Utami sewaktu Rapat Umum Anggota (RUA) Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) tahun 2026.

RUA Iperindo terlaksana dalam dua fase, yakni tanggal 24 Agustus 2026 secara daring, diteruskan tanggal 26 Agustus 2026 secara langsung.

Seluruh rangkaian RUA Iperindo berlangsung tertib dan lancar.

Tercipta sejumlah agenda pokok organisasi, yakni pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pengesahan Program Kerja 2026–2030, laporan pertanggungjawaban pengurus, serta pemilihan Ketua Umum beserta Dewan Pengawas.

Anita Puji Utami menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat dan lantas diputuskan sebagai Ketua Umum Iperindo masa bakti 2026–2030.

“Industri galangan kapal masih menunggu dukungan kebijakan, terutama terkait pembebasan PPN, usulan penerapan PPh final, serta dukungan pembiayaan dengan suku bunga yang rendah. Galangan kapal nasional telah melakukan investasi yang sangat besar sehingga keberlanjutan usahanya harus kami jaga bersama,” ujar dari Sumbernya, alumni ITS Surabaya.

Penanaman modal galangan kapal, tutur dari Sumbernya, mempunyai sifat padat modal bersama sarana produksi serta sumber daya manusia yang wajib terus dirawat.

Oleh sebab itu, kontinuitas order menjadi amat krusial supaya kapasitas yang telah dibangun industri domestik sanggup dimanfaatkan secara optimal.

Dari Sumbernya menuturkan, Iperindo mendorong sektor galangan kapal nasional semakin sanggup menyokong seluruh keperluan kapal di Indonesia, mulai dari maintenance dan repair dengan mutu terbaik, refurbishment, pula pembangunan kapal baru.

“Kami ingin galangan kapal nasional semakin dipercaya untuk memenuhi kebutuhan industri pelayaran Indonesia. Kalau kemampuan tersebut tersedia di dalam negeri, mari kami manfaatkan dan membangun kapal di Indonesia. Dengan begitu, investasi yang sudah ditanamkan dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” kata dari Sumbernya.

Menurut dari Sumbernya, keberpihakan pada galangan domestik pun wajib diimbangi dengan sokongan kepada korporasi pelayaran yang hendak membangun kapal baru di Indonesia.

Pemerintah perlu merancang skema rangsangan yang menjadikan pembangunan kapal baru di dalam negeri menjadi kian memikat dan kompetitif.

Menelaah Peta Dan Rujukan Geografi Pemerintah mampu memberikan stimulus pada perusahaan pelayaran yang membangun kapal di Indonesia, contohnya lewat pembiayaan perbankan dengan bunga rendah demi pembangunan kapal baru ataupun skema insentif seperti cash back.

Dengan sokongan tersebut, perusahaan pelayaran bakal makin terdorong membangun armadanya di galangan dalam negeri, papar dari Sumbernya.

Kebijakan tersebut diharap mampu menciptakan ekosistem yang saling memperkuat antara sektor pelayaran dan sektor galangan kapal.

Pelayaran memperoleh sokongan guna menjalankan investasi armada baru, sementara galangan domestik memperoleh kontinuitas order.

Dengan begitu, investasi, tenaga kerja, serta sarana produksi yang telah dibangun sanggup terus berkembang.

Di sisi lain, dari Sumbernya menegaskan, industri galangan kapal tidak cuma mengharapkan keberpihakan pemerintah.

Galangan kapal domestik pun wajib melakukan metamorfosis dan mendongkrak daya saing, sejalan dengan semangat yang diusung Iperindo untuk masa kepengurusan 2026–2030.

“Galangan kapal nasional juga harus terus bertransformasi. Kami harus meningkatkan kualitas pekerjaan, mempercepat delivery, dan menawarkan harga yang semakin kompetitif. Dukungan pemerintah harus kami jawab dengan peningkatan kemampuan dan profesionalisme industri galangan nasional,” tegas dari Sumbernya.

Dari Sumbernya memaparkan, Indonesia selaku negara kepulauan mempunyai kebutuhan kapal yang amat besar.

Potensi tersebut semestinya menjadi kekuatan guna membangun sektor perkapalan nasional sekaligus menggerakkan industri penunjang, menciptakan lapangan kerja, dan mendongkrak penguasaan teknologi di dalam negeri.

“Kami ingin kebutuhan kapal Indonesia semakin banyak dipenuhi oleh industri kami sendiri. Mari bersama-sama membangun kapal di dalam negeri, memperkuat pelayaran nasional, dan menjadikan industri galangan kapal sebagai salah satu kekuatan menuju kemandirian maritim Indonesia,” ajak dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index