JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,48% pada perdagangan Rabu (26/8) setelah sempat menguat tipis di sesi pertama.
Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp18,09 triliun, melibatkan perdagangan 42,08 miliar lembar saham.
PT Dian Swastatisa Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat transaksi tertinggi, masing-masing lebih dari Rp660 miliar.
Harga saham DSSA pun menguat 0,47%, namun TPIA merosot 6,03%.
Analis dari sumbernya menilai tekanan IHSG hari ini disebabkan aksi profit-taking pada saham-saham konglomerasi.
Selain itu, pelemahan rupiah juga dinilai turut membebani sentimen pasar.
Secara teknikal, analis dari sumbernya menilai IHSG kembali menguji level support psikologisnya di 6.400.
“Histogram MACD masih bertahan di area positif, tetapi Stochastic RSI mulai turun dari area overbought,” jelas dari sumbernya, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, IHSG menjadi indeks dengan kinerja terburuk di antara 7 indeks saham lain.
PCOMP Filipina menyusul dengan pelemahan 0,86% dan NIFTY India turun 0,23%.
Sementara itu TWSE Taiwan memimpin dengan kenaikan 1,47%, KOSPI Korea Selatan naik 0,97%, dan FBMKLCI Malaysia naik 0,70%.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah 0,15% ke Rp17.962,5/US$.
Pelemahan ini membuat total depresiasi rupiah sejak awal tahun mencapai 7,69%.