IEU-CEPA Berlaku Tahun Depan, RI Targetkan 94% Pos Tarif Nol Persen

IEU-CEPA Berlaku Tahun Depan, RI Targetkan 94% Pos Tarif Nol Persen
Humas Ekon. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia melihat Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) sebagai game changer guna mengokohkan perdagangan, penanaman modal, diversifikasi rantai pasok, serta ketahanan ekonomi bilateral di wilayah ASEAN/Indo-Pasifik.

"Apabila IEU CEPA diimplementasikan mulai awal tahun depan, maka Indonesia akan memperoleh akses pasar berupa 90,4% pos tarif langsung menjadi 0%; dan 8,37% berkurang bertahap, yang mana diharapkan akan memperluas ekspor sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian/perikanan, dan telekomunikasi," ujar Airlangga dari Sumbernya usai dialog pemerintah bersama Delegasi Uni Eropa serta para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa, Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, Airlangga melihat Uni Eropa bakal memperoleh akses pasar Indonesia yang lebih luas bagi kalangan industri atau konsumen Eropa serta pasokan komoditas yang lebih bersaing.

"Dari perkembangan IEU CEPA, dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan di bulan Oktober mudah-mudahan bisa ditandatangani. Sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi. Di Indonesia sendiri, Pak Menteri Perdagangan sudah berkonsultasi dengan DPR. Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres karena sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya akan lebih cepat," jelas Airlangga dari Sumbernya.

Melalui diratifikasinya Kesepakatan IEU CEPA, Indonesia menaruh harapan akan membuka peluang investasi yang bakal masuk ke wilayah ini.

Indonesia mendorong penanaman modal Uni Eropa pada bidang bernilai tambah besar, misalnya manufaktur canggih, energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, farmasi, demi mendukung alih teknologi serta transformasi industri nasional.

"Sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia sebagai sektor, dan bagi Eropa juga. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa business delegation yang besar," ujar Airlangga dari Sumbernya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani membeberkan bahwa di luar kendaraan listrik serta farmasi, ternyata ada bidang seperti kesehatan, hilirisasi, mineral penting, pertanian, serta perikanan yang turut diminati oleh negara-negara di benua biru tersebut.

"Jadi banyak sekali sebenarnya, dan EU ini besar banget, negaranya banyak. Jadi setiap negara itu punya mungkin daya tarik tersendiri untuk dari mana dia bisa masuk, kami bisa tarik untuk masuk ke Indonesia," ujarnya dari Sumbernya kepada pewarta.

Shinta menambahkan bahwa penanaman modal dari negara-negara Eropa turut dinantikan pula masuk ke sektor riil supaya mampu menghadirkan pengaruh ekonomi yang baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index