JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kian menegaskan statusnya sebagai salah satu motor penggerak utama bagi perekonomian nasional.
Sampai dengan berakhirnya Juni 2026, jumlah kredit konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp1.677,45 triliun, tumbuh 18,8% jika dibandingkan dengan Rp1.411,63 triliun pada kurun waktu serupa tahun lalu.
Ekspansi penyaluran pinjaman itu berjalan beriringan dengan peningkatan skala usaha perseroan.
Seluruh aset konsolidasi Mandiri naik 18,1% secara tahunan menjadi Rp2.527,57 triliun dari sebelumnya Rp2.140,40 triliun.
Hasil intermediasi tersebut turut mendongkrak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau profit after tax and minority interest (PATMI).
Laba bersih Mandiri mencapai angka Rp30,41 triliun selama semester I-2026, melonjak 24,4% dari Rp24,46 triliun pada semester I-2025.
Untuk mempertahankan perbandingan secara setara, data historis tahun 2025 menggunakan basis pro-forma setelah BSI tidak lagi dikonsolidasikan mulai tahun buku 2026.