JAKARTA - Di tengah melonjaknya perselisihan geopolitik, pertempuran terbuka, dan himpitan ekonomi dunia, Indonesia berhasil memperlihatkan ketangguhan ekonominya.
Dalam Pidato Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa perolehan modal nasional terus tumbuh positif serta sukses menampung jutaan tenaga kerja.
Presiden menyoroti bagaimana situasi dunia saat ini diwarnai oleh pertikaian di Eropa, Timur Tengah, hingga sengketa dagang yang memicu gangguan rantai pasok (supply chain) global.
Kondisi ini mewajibkan Indonesia untuk makin kuat dan mandiri secara ekonomi.
"Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kami sendiri," tegas Presiden Prabowo di hadapan para anggota MPR/DPR/DPD RI.
Kemandirian dan ketahanan nasional tersebut terbukti menjadi pemikat kuat untuk para investor.
Presiden memaparkan bahwa lantaran kerja keras bersama dan besarnya tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah, tren modal Indonesia tetap berada di trek positif.
Sepanjang tahun 2025 lalu, angka modal Indonesia berhasil melampaui nominal Rp 1.931 triliun.
Penyerapan dana yang sangat besar ini telah berdampak langsung terhadap masyarakat dengan mencetak pembuat lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru.
Kecenderungan positif ini terus bertahan sampai tahun berjalan.
Pada Semester I 2026, nilai capaian modal sudah menyentuh Rp 1.010 triliun dan sanggup menghadirkan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Prestasi ini menjadi pertanda kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid serta berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi modal penting bagi Indonesia dalam memelihara ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika krisis global.