Atasi Mismatch Dunia Kerja, Menteri Ketenagakerjaan Dorong Penguatan STEM

Atasi Mismatch Dunia Kerja, Menteri Ketenagakerjaan Dorong Penguatan STEM
Menteri Ketenagakerjaan. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai pendidikan dengan pendekatan sains, teknologi, engineering, dan matematika menjadi kunci untuk mengatasi ketidakcocokan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Menurut Yassierli, dunia kerja masih menghadapi kesenjangan antara kemampuan lulusan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

"Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja, termasuk skill gap antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan industri," tutur dari Sumbernya dalam keterangan resminya yang diterima, Jumat (7/8/2026).

Yassierli mengatakan, perguruan tinggi perlu meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Presiden Prabowo Subianto, kata dia, juga mendorong kampus menerapkan pendekatan sains, teknologi, engineering, dan matematika agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Yassierli menilai lulusan bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam memiliki peluang kerja yang lebih luas di berbagai sektor industri.

Menurut dia, penguasaan sains menjadi fondasi penting dalam pengembangan kompetensi sains, teknologi, engineering, dan matematika yang dibutuhkan dunia usaha.

Karena itu, kurikulum perguruan tinggi perlu terus dievaluasi agar mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis, pemecahan masalah, dan keterampilan lain yang dibutuhkan dunia kerja.

"Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing bangsa," ujar dari Sumbernya.

Yassierli menilai lulusan akan semakin sulit bersaing di pasar kerja jika kurikulum perguruan tinggi tidak mengikuti perkembangan kebutuhan industri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index