JAKARTA - Rekening finansial kepunyaan National Iranian Oil Company ditahan oleh Bank of Industry and Mine milik pemerintah dikarenakan kewajiban yang terus menumpuk.
Situasi ini menggambarkan himpitan finansial terhadap sektor pemasukan paling vital di negara tersebut.
Lembaga keuangan itu tidak membeberkan besaran kewajiban maupun rekening yang ditahan.
Merujuk kantor berita Fars, tindakan tersebut ditempuh kendati aturan anggaran negara tersebut sebenarnya menunda pelunasan sebagian kewajiban NIOC sampai penghujung tahun penanggalan wilayah itu pada Maret 2027.
Secara terpisah, pimpinan National Development Fund Iran, yakni pejabat dari sumbernya mengutarakan NIOC tidak bakal sanggup membayar kewajiban hampir US$ 17 miliar atau setara Rp 304,3 triliun kepada institusi mereka.
Oleh karena itu, perluasan proyek lapangan minyak raksasa Azadegan tersendat akibat kendala birokrasi serta administratif.
"Pelunasan utang NIOC melalui jalur ini (Azadegan) tidak akan berhasil. Sempat ada harapan utang bisa dibayar melalui langkah seperti pengalihan ladang minyak lain, tetapi kondisi saat ini membuat prosesnya ditunda. Kami berharap setelah perang berakhir dan kondisi kembali normal, persoalan ini dapat diselesaikan," kata pejabat dari sumbernya dikutip dari Reuters, Kamis (6/8/2026).
Situasi yang berlangsung memperlihatkan himpitan finansial yang kian masif terhadap NIOC.
Hukuman global, minimnya penanaman modal selama bertahun-tahun, serta ketergantungan terhadap pendanaan domestik terus membebani kas korporasi energi milik negara tersebut.
Disebabkan penanam modal luar negeri mayoritas meninggalkan sektor energi negara itu akibat hukuman Amerika Serikat, NIOC kian mengandalkan instansi-instansi internal, termasuk NDF, guna mendanai perluasan lapangan minyak.
Dampaknya, dana yang mulanya dirancang sebagai dana kekayaan negara kini banyak dipakai guna pendanaan proyek, sementara kewajiban NIOC terus meningkat.
Di sisi lain, NIOC turut bersitegang dengan instansi perpajakan berkenaan kepatuhan terhadap regulasi anyar perihal faktur digital.
Wakil Pimpinan Urusan Pajak Pengelolaan Keuangan NIOC, yakni pejabat dari sumbernya, mengutarakan instansi perpajakan mulanya sempat menyegel dan menyedot dana dari sejumlah rekening NIOC dikarenakan perselisihan tersebut.
Akan tetapi, langkah itu kemudian dihentikan seusai adanya campur tangan dari biro hukum pemerintah.
Merujuk pejabat dari sumbernya, NIOC berpandangan bahwa penjualan minyak yang diatur negara serta transaksi ekspor yang bersifat tertutup tidak sepatutnya diperlakukan setara aktivitas komersial lazimnya.