JAKARTA – Riset harian BNI Sekuritas melaporkan bahwa indeks saham di Wall Street berakhir di zona hijau pada perdagangan Selasa (14/7). Hal ini dipicu oleh rilis data inflasi yang lebih rendah dari proyeksi serta pemulihan saham-saham di sektor semikonduktor.
Kenaikan Wall Street sempat terhambat oleh merosotnya saham IBM sebesar 25% akibat proyeksi laba kuartal kedua yang mengecewakan. Di sisi lain, indeks VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik 2,5%, sementara Applied Materials dan Teradyne melesat di atas 3%.
Saham Lam Research dan Micron Technology ikut melonjak mendekati 5%, sedangkan STMicroelectronics naik lebih dari 2%. Sentimen positif lain muncul dari IHK Juni AS yang turun 0,4% MoM, membawa inflasi tahunan melambat ke level 3,5%.
Realisasi ini lebih rendah dari perkiraan pasar yang memproyeksikan penurunan 0,2% MoM dengan inflasi tahunan 3,8%. Data ini memperkuat harapan bahwa Bank Sentral AS tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan mereka.
Probabilitas kenaikan suku bunga untuk pertemuan bulan Juli kini merosot menjadi 17% dari perkiraan sebelumnya di angka 42%. Dari sektor finansial, saham Goldman Sachs melonjak 9% setelah laba kuartal ketiganya melampaui ekspektasi.
Saham perbankan lain seperti JPMorgan Chase dan Bank of America juga menguat di atas 2% menyusul laporan keuangan yang positif. Sementara itu, pergerakan bursa saham di Asia terpantau variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin (14/7).
Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat kenaikan 0,74% dan indeks Topix terkerek naik sebesar 0,79%. Untuk pasar Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,73% sedangkan indeks Kosdaq mengalami pelemahan sebesar 1,92%.
Selanjutnya, Hang Seng Hong Kong terangkat 0,52%, Taiex Taiwan merosot 1,42%, dan indeks ASX 200 Australia bergerak mendatar. Di tempat lain, Straits Times naik 0,43% serta FTSE Malay KLCI mencatatkan penguatan sebesar 1,27%.
Kondisi bursa Asia berfluktuasi saat harga minyak menyentuh angka tertinggi dalam sebulan setelah Presiden AS Donald Trump memblokade kembali pelayaran Iran. Ditambah lagi, ada rencana pengenaan biaya sebesar 20% untuk kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Selain itu, rilis data inflasi bulan Juni dijadwalkan keluar pada hari Selasa pukul 8:30 pagi waktu ET. Di dalam negeri, IHSG ditutup menguat tipis 0.03% kemarin (14/7) meski dibarengi aksi jual bersih investor asing senilai Rp886 Miliar.
Aksi lego asing ini paling banyak menyasar saham-saham blue chip seperti BBRI, BMRI, BBCA, ASII, AMMN, dan PGAS.
“IHSG akan tes support di 5980-6000, jika kuat di area tersebut, potensi melanjutkan kenaikan. Diperkirakan Support IHSG: 5980-6000 dan Resist IHSG: 6100-6150,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Untuk ide perdagangan hari ini, analis merekomendasikan beberapa saham pilihan yaitu EMAS, WIFI, INET, ARCI, HRTA, dan MBMA.
Saham EMAS direkomendasikan Spec Buy pada area 5675-5725, batas cutloss di bawah 5625, dengan target terdekat 5775-5850. Untuk WIFI, Spec Buy di area 1800-1830, batas cutloss di bawah 1760, serta target di level 1850-1890.
Pilihan INET masuk rekomendasi Spec Buy di area 214-218, batas cutloss di bawah 208, dengan target terdekat di 224-232. Saham ARCI disarankan Buy if Break 1050, memasang target terdekat 1065-1120, dan batas cutloss di bawah 1020.
Sementara HRTA direkomendasikan Spec Buy pada area 1810-1840, batas cutloss di bawah 1800, serta target di 1855-1925. Terakhir, MBMA masuk menu Spec Buy di area 505-510, batas cutloss di bawah 496, dengan target terdekat 515-530.