Sentimen Negatif Tekan Rupiah ke Level Rp18.014 per Dolar AS

Sentimen Negatif Tekan Rupiah ke Level Rp18.014 per Dolar AS
Ilustrasi kurs rupiah (sumber foto: NET)

JAKARTA – Kurs rupiah atas dolar AS diprediksi berada dalam tren fluktuatif pada rentang Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang hari ini. Menilik data analisis Doo Financial Futures, rupiah terdepresiasi tipis 0,19 persen ke posisi Rp18.014 pada penutupan hari Rabu (8/7).

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah diperparah oleh penurunan tajam Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia periode Juni. Hal tersebut menimbulkan kecemasan terkait potensi kelesuan konsumsi rumah tangga sebagai penggerak ekonomi.

Pasar saham juga menyumbang sentimen buruk menyusul kabar S&P Dow Jones Indices yang menempatkan Indonesia dalam watchlist penurunan kelas dari Emerging Market ke Frontier Market. Langkah ini membuat pemodal asing makin berhati-hati menaruh dana di instrumen investasi Indonesia.

"Berita mengenai potensi downgrade klasifikasi pasar ekuitas Indonesia ke frontier dari S&P Dow Jones juga menekan rupiah," ujarnya, Rabu (8/7/2026) sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Investor saat ini juga fokus menunggu kejelasan isi notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dipublikasikan malam nanti. Data dari AS tersebut sangat krusial karena memuat arah kebijakan suku bunga global ke depan.

Dolar AS berpeluang perkasa dan menekan mata uang berkembang apabila Ketua The Fed Kevin Warsh kembali bersikap hawkish. Di dalam negeri, rilis data penjualan ritel besok akan menjadi acuan penting performa ekonomi semester kedua.

Dalam jangka pendek, mata uang rupiah diperkirakan masih bertahan pada kisaran Rp17.950 sampai Rp18.050 per dolar AS. Pergerakan ini dipengaruhi sikap wait and see pasar terhadap sentimen domestik dan kebijakan moneter AS.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index