IHSG Dibuka Melemah 0,41 Persen ke Level 5.849 Hari Ini

IHSG Dibuka Melemah 0,41 Persen ke Level 5.849 Hari Ini
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pada Kamis (9/7/2026) di zona merah. Hingga pukul 09:10 WIB, indeks tercatat merosot sebesar 24,04 (0,41%) menuju posisi 5.849.

Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa di kawasan Asia justru terpantau menguat, seperti indeks KOSDAQ, KOSPI, NIKKEI 225, Straits Times, Topix, Hang Seng, dan CSI 300. Di sisi lain, indeks Ho Chi Minh, KLCI, TW Weighted, PSEi, Shenzhen Comp., dan Shanghai Composite ikut terdepresiasi bersama IHSG.

Sepuluh menit pasar berjalan, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan menyentuh 3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,56 triliun. Aktivitas tersebut terjadi melalui frekuensi perdagangan sebanyak 458.985 kali.

Tercatat ada 272 saham yang bergerak menguat dan 234 saham yang mengalami penurunan. Sementara itu, sebanyak 194 saham terpantau jalan di tempat atau tidak mengalami perubahan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa penurunan IHSG didorong oleh aksi ambil untung setelah indeks gagal melewati level psikologis 6.000. Kondisi ini diperparah oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta langkah S&P DJI menempatkan Indonesia dalam daftar pantauan untuk potensi reklasifikasi ke frontier market.

Sentimen negatif domestik juga datang dari penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Juni menjadi 117,8. “Pasar hari ini akan mencermati perkembangan konflik AS–Iran setelah berakhirnya kesepakatan damai yang berpotensi kembali mendorong sentimen risk–off,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pelaku pasar selanjutnya akan memperhatikan fluktuasi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta pergerakan modal asing dalam jangka pendek. Adapun saham-saham pilihan dari BRI Danareksa Sekuritas meliputi AKRA, ELSA, dan PGAS.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas melaporkan harga minyak mentah melonjak di atas 4% kemarin akibat kecemasan terganggunya pasokan di Timur Tengah. Ketegangan memuncak usai Presiden AS Donald Trump menyatakan berakhirnya gencatan senjata dan meluncurkan serangan ke Iran serta mencabut izin ekspor minyak negara tersebut.

“IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5,800–5,745,” sebagaimana dilansir dari sumber berita. Saham-saham yang direkomendasikan oleh Phintraco adalah PGEO, PGAS, UNTR, ITMG, dan AALI.

CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi pelemahan Wall Street akibat isu Timur Tengah akan memberi dampak negatif bagi pasar domestik. Sebaliknya, kenaikan komoditas energi dan CPO berpotensi menjadi pendorong positif.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.745–5.620 dan resistance 6.000–6.130,” sebagaimana dilansir dari sumber berita. Saham pilihan mereka hari ini adalah MEDC, AKRA, ELSA, TLKM, AALI, dan UNTR.

Panin Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang tertekan oleh konflik Timur Tengah dan aksi jual investor asing terkait sentimen S&P Dow Jones. Faktor lain yang menekan adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp18.000/US$. Saham pilhan mereka adalah BKSL, PGAS, dan PSAB.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index