JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Rabu (8/7/2026) dengan pergerakan di zona merah. Pada pembukaan bursa, indeks berada pada angka 5.984,18 atau mengalami penurunan dibandingkan posisi penutupan kemarin yang berada di level 5.986,50.
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan indeks berada di kisaran 5.931,72 sampai 5.984,47 hingga pukul 09.10 WIB. Aktivitas di pasar saham terlihat cukup padat dengan volume perdagangan menyentuh 2,733 miliar lembar saham serta nilai transaksi melampaui Rp 1,435 triliun.
Selain itu, frekuensi transaksi di awal sesi ini tercatat sebanyak 292,4 ribu kali dengan total kapitalisasi pasar mencapai 10,407 triliun.
Kondisi pelemahan ini menyelimuti mayoritas indeks acuan lokal pada menit-menit awal. Tercatat indeks LQ45 mengalami koreksi sebesar 0,48 persen menuju 592,04, indeks KOMPAS100 merosot 0,60 persen ke 776,92, dan IDX30 melemah 0,41 persen ke level 335,27.
Sektor saham syariah juga tidak luput dari koreksi di awal perdagangan. Indeks ISSI terkoreksi 0,68 persen ke posisi 204,52, sementara indeks JII mencatatkan penurunan sebesar 0,75 persen ke level 347,80.
Untuk kelompok saham unggulan dalam indeks LQ45, fluktuasi harga terpantau cukup beragam. Hingga pukul 09.10 WIB, saham ADMR terpangkas 1,06 persen ke level 1.400, saham ANTM melorot 1,02 persen menjadi 2.900, dan saham ADRO melemah 1,28 persen ke posisi 2.320.
Koreksi juga dialami oleh saham AMMN yang turun sebesar 1,69 persen ke angka 3.500, serta saham AADI yang melemah 0,62 persen menuju level 8.075.
Tren penurunan ini turut menekan jajaran saham sektor perbankan terkemuka. Saham BBNI terpantau turun 1,15 persen ke 3.430, saham BBTN merosot 2,46 persen menjadi 1.190, saham BMRI menyusut 0,74 persen ke level 4.040, dan saham BBRI melemah 0,70 persen ke posisi 2.840.