Sempat Menguat, IHSG Pagi Ini Tertekan ke Level 5.910,12

Sempat Menguat, IHSG Pagi Ini Tertekan ke Level 5.910,12
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau pada awal sesi perdagangan saham hari ini, Selasa (7/7/2026). Namun, indeks segera mendapatkan tekanan pasar tak lama setelahnya.

Merujuk pada data RTI, IHSG mengawali hari dengan naik ke posisi 5.933,57 dari posisi penutupan sebelumnya di level 5.916,07. Pada pantaun jam 09.05 WIB, IHSG justru berbalik ke zona merah karena melemah tipis 0,09 persen ke level 5.910,12.

Berbeda arah dengan indeks utama, indeks LQ45 justru menguat sebesar 0,60 persen menuju level 587. Sebagian besar indeks saham acuan lainnya juga terpantau bergerak positif di zona hijau.

IHSG sempat menyentuh angka tertinggi di posisi 5.943,53 dan titik terendah di level 5.903,45 pada awal sesi. Sebanyak 278 saham terpantau menguat, 159 saham mengalami pelemahan, dan 229 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan mencatatkan total frekuensi sebanyak 94.751 kali dengan volume saham mencapai 1,1 miliar lembar. Adapun nilai transaksi harian berada di angka Rp 664 miliar, dengan kurs dolar AS berada di kisaran 17.979 per rupiah.

Secara sektoral, mayoritas sektor saham berada di bawah tekanan pasar pada pagi ini. Hanya ada tiga sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu kesehatan yang naik 0,67 persen, transportasi naik 0,55 persen, dan keuangan menguat 0,25 persen.

Tren pergerakan IHSG diperkirakan rentan melemah pada perdagangan saham hari Selasa (7/7/2026). Pergerakan indeks hari ini akan menguji area 5.472-5.540.

IHSG tercatat menguat 0,69 persen ke posisi 5.916 dan masih didominasi oleh volume beli. Namun, laju penguatannya masih tertahan oleh moving average (MA) 20 harian.

“Best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540,” ujar Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksono sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Ia menjelaskan agar pasar mencermati skenario merah saat IHSG membentuk fase awal dari wave [iv] dari wave 3. Herditya memproyeksikan indeks akan berada di batas support 5.486,5317 serta batas resistance 6.007,6.286.

Terkait saham pilihan hari ini, Herditya merekomendasikan saham milik BBRI, MDKA, TINS, serta EMAS.

Saham BBRI tercatat menguat sebesar 2,95 persen menuju level 2.790 dengan dominasi volume pembelian yang kuat. “Kami perkirakan, posisi BBRI saat ini berada di awal wave [c] dari wave 4,” ujar Herditya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Untuk saham MDKA, terjadi penguatan sebesar 0,37 persen ke angka 2.710 di tengah munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi MDKA saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave B,” ujar dia sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sementara itu, saham TINS melemah sebesar 0,29 persen ke level 3.420 akibat adanya tekanan jual yang menembus MA20. “Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini berada pada bagian dari wave (C) dari wave [B],” ujar Herditya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Terakhir, saham EMAS terpantau turun 2,53 persen ke posisi 5.775 karena adanya tekanan jual yang kuat. “Kami memperkirakan, posisi pergerakan EMAS sedang berada di akhir wave (4) dari wave [A] dari wave {Y}, hal tersebut diperkirakan penguatan EMAS relatif terbatas dan rawan koreksi ke rentang area 4.960-5.200,” kata dia sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index