JAKARTA - Memasuki awal bulan Juli 2026, deposito perbankan tetap menjadi salah satu instrumen investasi andalan bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan dan kepastian imbal hasil di saat era higher for longer yang semakin nyata. Kenaikan suku bunga bank sentral eropa dan bank sentral jepang memicu diperkirakan akan meningkatkan tren suku bunga secara keseluruhan di dunia apabila inflasi masih bergerak naik.
Bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri terpantau masih mempertahankan tingkat suku bunga deposito mereka tanpa adanya perubahan dari periode beberapa waktu terakhir. Penawaran ini belum berubah sejak adanya keputusan Bank Indonesia yang pada Selasa (9/6/2026) meningkatkan suku bunga acuannya atau BI-Rate ke level 5,50% secara mendadak dan kemudian ditingkatkan kembali pada RDG Kamis (18/6/2026) sebesar 25 bps ke 5,75% menjadikannya satu bulan dengan kenaikan sebesar 100 bps.
Sehingga dengan kenaikan suku bunga tersebut, hal ini akan memperketat ruang likuiditas perbankan akibat terus melemahnya nilai Rupiah, dan meningkatnya imbal hasil SBN yang dipicu oleh kenaikan harga minyak global pasca perang Iran-AS yang sempat direncanakan berdamai namun kandas. Instrumen ini juga tergolong sangat aman dari fluktuasi pasar dan dana nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan tingkat bunga penjaminan yang saat ini berada di level 3,75% naik dari sebelumnya di level 3,50%.
Bank Rakyat Indonesia atau BRI menyediakan akses pembukaan deposito dengan setoran awal mulai dari Rp 1 juta melalui layanan perbankan internet, dan Rp 10 juta jika nasabah melakukan pembukaan melalui unit kerja fisik. Hingga Juli 2026, BRI tercatat menawarkan imbal hasil yang cukup menarik, khususnya untuk penempatan dana jangka pendek.
Suku bunga deposito BRI: Tenor 1 bulan: 3,25% (bergantung nominal simpanan) Tenor 3 bulan: 3,50% (secara merata) Tenor 6, 12, 24, hingga 36 bulan: 3,00% (konstan)
Bagi masyarakat yang berminat menempatkan dananya di Bank Negara Indonesia atau BNI, persyaratan modal minimal yang ditetapkan terbilang cukup terjangkau, yakni dimulai dari Rp 5 juta. Kebijakan suku bunga deposito BNI pada Juli 2026 ini menunjukkan tingkat persentase yang seragam untuk seluruh kategori nominal simpanan nasabah.
Suku bunga deposito BNI: Tenor 1 bulan: 2,25% Tenor 3 bulan: 2,50% Tenor 6 bulan: 2,75% (titik imbal hasil maksimal) Tenor 12 dan 24 bulan: 2,50%
Bank Mandiri juga memberikan opsi kemudahan pembukaan rekening deposito bagi para nasabahnya. Penempatan dana dapat dimulai dengan nominal satu juta rupiah melalui aplikasi Livin' by Mandiri, atau Rp 10 juta bagi nasabah yang melakukan penyetoran langsung di kantor cabang.
Suku bunga deposito Bank Mandiri: Tenor 1 dan 3 bulan: 2,25% Tenor 6, 12, dan 24 bulan: 2,50% (berlaku merata)
Stabilitas penawaran suku bunga deposito oleh jajaran bank Himbara ini dinilai mampu memperkuat daya tarik sektor perbankan domestik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi global. Dengan mengedepankan keamanan dana melalui perlindungan dari LPS serta tingkat imbal hasil yang sudah terukur sejak awal perjanjian, deposito di bank BUMN tetap dapat diandalkan sebagai instrumen pelindung aset.
Para analis memperkirakan bahwa sektor perbankan akan terus menyesuaikan strategi suku bunga mereka dengan mencermati arah pergerakan inflasi dan likuiditas pasar di kuartal kedua tahun 2026, sehingga nasabah tetap memiliki opsi pengelolaan keuangan yang aman untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah.