Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 17.995 per Dolar AS pada 6 Juli 2026

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 17.995 per Dolar AS pada 6 Juli 2026
Ilustrasi nilai tukar (sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat pembukaan sesi perdagangan pada hari Senin (6/7/2026). Pada pukul 9.05 WIB di pasar spot exchange, mata uang rupiah dibuka melemah sebesar 32 poin atau 0,18% ke level Rp 17.995 per dolar AS. Sesi sebelumnya pada hari Jumat (3/7/2026), nilai tukar rupiah sempat ditutup menguat 32 poin menuju level Rp 17.963 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di saat dolar AS bergerak stabil di dekat level terendah dalam dua minggu pada hari Senin, karena pelaku pasar mulai mengurangi perkiraan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks dolar AS bertengger di level 100,9 pada perdagangan awal, sedangkan euro berada di posisi $ 1,1435 per dolar AS yang tidak jauh dari level terkuatnya dalam dua pekan, dan poundsterling Inggris terakhir diperdagangkan pada $ 1,3351 per dolar AS.

Adapun mata uang yen Jepang berada di posisi 161,57 per dolar AS, sedikit di atas level terendah sejak tahun 1986 di level 162,84 yang tercatat pada pekan lalu, karena para pedagang tetap mengkhawatirkan adanya kemungkinan intervensi setelah lonjakan pembelian tiba-tiba yang sempat mengangkat mata uang tersebut. Di sisi lain, won Korea Selatan terpantau sedikit menguat pada hari pertama perdagangan di level 1.534 per dolar AS.

Dolar AS mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak April 2026 setelah laporan penggajian AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melambat tajam pada Juni 2026, yang sekaligus meredakan ekspektasi pasar terkait kenaikan suku bunga The Fed. Sementara itu, penurunan tingkat pengangguran dinilai menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat dan diperkirakan tetap menjaga ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed.

“Prospek USD secara keseluruhan tetap konstruktif,”. Prediksi mengenai apresiasi dolar AS yang moderat sebesar 2-3% di paruh kedua tahun 2026 pun tetap dipertahankan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index