IHSG Menguat ke Level 5.846 Saat Bursa Asia Mayoritas Alami Anjlok

IHSG Menguat ke Level 5.846 Saat Bursa Asia Mayoritas Alami Anjlok
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melesat hingga 101 poin atau setara 1,77 persen ke posisi 5.846 pada awal perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Pergerakan indeks domestik hari ini diperkirakan bakal bergerak mendatar atau sideways dalam rentang 5.650 hingga 5.875.

Pada perdagangan Kamis kemarin, pergerakan bursa di kawasan Asia bergerak bervariasi namun cenderung didominasi oleh pelemahan. Indeks Nikkei 225 di Jepang terpantau merosot 2,47 persen, namun indeks Topix masih mampu merangkak naik tipis 0,09 persen.

Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,58 persen, Taiex Taiwan melemah 0,58 persen, serta ASX 200 Australia terangkat tipis 0,02 persen. Pelemahan terdalam dipimpin oleh bursa Korea Selatan di mana Kospi anjlok hingga 7,89 persen dan Kosdaq terjungkal 6,74 persen. Kemerosotan ini terjadi meskipun sepanjang kuartal II-2026 indeks tersebut sempat melesat sekitar 68 persen akibat reli saham sektor kecerdasan buatan atau AI. Saham produsen cip SK Hynix jatuh 14,6 persen dan Samsung Electronics merosot 9,1 persen. Di wilayah lain, FTSE Straits Times tercatat menguat 1,08 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,30 persen.

"Support IHSG berada di level 5.650-5.700 sementara resist IHSG di rentang 5.800-5.900," ujarnya.

Di sisi lain, indeks saham di Wall Street Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari estimasi memicu harapan bahwa The Fed bakal menahan laju kenaikan suku bunga. Namun, Nasdaq justru mengalami pelemahan akibat tekanan aksi jual yang masif pada saham-saham sektor semikonduktor. Tercatat Dow Jones melesat 1,14 persen, S&P 500 ditutup hampir stagnan di level 7.483,24, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi sebesar 0,8 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index