JAKARTA - Harga logam mulia yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk mengalami kenaikan kembali. Nilai jual komoditas tersebut pada hari ini tercatat lebih tinggi Rp 11.000 per gram jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Harga emas hari ini dipatok pada angka Rp 2.651.000 per gram. Pada sesi perdagangan kemarin, nilai jual komoditas ini berada di angka Rp 2.640.000 per gram. Dalam kurun waktu dua hari saja, pergerakan nilainya sudah mengalami akumulasi kenaikan sebesar Rp 26.000.
Di sisi lain, nilai pembelian kembali atau buyback juga mengalami lonjakan dengan nominal yang jauh lebih besar. Nilai buyback hari ini melesat sebesar Rp 55.000 hingga menyentuh angka Rp 2.400.000 per gram. Angka ini merupakan nominal yang berlaku ketika masyarakat berniat menjual kembali komoditas tersebut.
Sebagai catatan historis, nilai komoditas ini pernah menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026 yang lalu. Kala itu, nilainya menembus Rp 3.168.000 per gram dengan nilai buyback yang berada di level Rp 2.989.000 per gram.
Berikut adalah daftar harga terbaru untuk berbagai macam ukuran pecahan:
Emas 0,5 gram: Rp 1.375.500
Emas 1 gram: Rp 2.651.000
Emas 2 gram: Rp 5.242.000
Emas 3 gram: Rp 7.838.000
Emas 5 gram: Rp 13.030.000
Emas 10 gram: Rp 26.005.000
Emas 25 gram: Rp 64.887.000
Emas 50 gram: Rp 129.695.000
Emas 100 gram: Rp 259.312.000
Emas 250 gram: Rp 648.015.000
Emas 500 gram: Rp 1.295.820.000
Emas 1.000 gram: Rp 2.591.600.000
Sementara itu, pergerakan nilai komoditas sejenis di pasar internasional juga terpantau terus merangkak naik pada Kamis, 2 Juli 2026. Nilai dagangnya menguat di atas 2 persen setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga meredam spekulasi kenaikan suku bunga bank sentral pada tahun ini.
Nilai komoditas spot internasional terpantau menguat 2,2 persen ke level US$ 4.117,63 per ons. Sedangkan untuk kontrak berjangka komoditas tersebut mengalami penguatan sebesar 1,2 persen menuju level US$ 4.130,10.
Pada waktu yang bersamaan, pergerakan indeks mata uang dolar Amerika Serikat justru melemah sebesar 0,7 persen. Kondisi tersebut memicu nilai komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi terasa lebih terjangkau bagi para pelaku pasar dari negara lain.
“Angka pekerjaan yang lebih lower dari perkiraan menunjukkan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini lebih kecil. Seperti yang kami ketahui, emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga lebih rendah,” ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.
“Oleh karena itu, kami melihat reli signifikan di pasar emas sebagai dampaknya,” ia menambahkan.
Laporan berkala yang dikeluarkan oleh otoritas ketenagakerjaan setempat memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi negara tersebut hanya mampu menciptakan 57.000 lapangan pekerjaan baru sepanjang bulan lalu. Angka ini jauh di bawah ekspektasi para pengamat ekonomi yang memproyeksikan angka 110.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di level 4,2 persen.
Kondisi tersebut memperpanjang tren data ekonomi setelah sebelumnya data ketenagakerjaan sektor swasta juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dari target pada bulan Juni. Hal ini membuat pelaku pasar memproyeksikan kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga pada periode September mendatang.
Sebelumnya, otoritas bank sentral menyampaikan bahwa tekanan dan risiko terhadap tingkat inflasi sudah mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, otoritas moneter tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap menekan tingkat inflasi agar bisa kembali menuju target sasaran sebesar 2 persen.
Di samping itu, lembaga pemantau komoditas dunia melaporkan bahwa sejumlah bank sentral global kembali aktif melakukan akumulasi portofolio pada bulan Mei. Berdasarkan data terbaru, cadangan resmi komoditas global mengalami peningkatan bersih hingga mencapai 41 ton sepanjang bulan tersebut.
Sementara dari kawasan geopolitik lain, otoritas terkait dari wilayah Timur Tengah dilaporkan telah menyelesaikan agenda diskusi tidak langsung tanpa ada indikasi adanya pencapaian kemajuan yang signifikan menuju kesepakatan damai yang permanen.