IHSG Terkoreksi ke Angka 6.127 dan Cek Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG Terkoreksi ke Angka 6.127 dan Cek Rekomendasi Saham Pilihan
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup pada posisi 6.127 atau mengalami penurunan sekitar 0,52 persen dibanding pekan lalu pada akhir Mei 2026.

Di tengah kondisi pelemahan pasar saham domestik dalam kurun waktu satu bulan belakangan, para penanam modal asing justru terpantau gencar melakukan aksi lepas saham.

Nilai penjualan bersih modal asing tersebut diproyeksikan menembus angka Rp19,4 triliun pada pasar reguler sepanjang bulan kelima tahun ini.

Memasuki periode bulan keenam tahun ini, fokus perhatian para pelaku pasar diperkirakan bakal beralih dari efek penataan ulang portofolio indeks global.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada kapabilitas regulator dalam mengawal stabilitas nilai tukar mata uang domestik sekaligus mengembalikan kepercayaan dari para pemodal luar negeri.

Kondisi pergerakan nilai tukar uang dalam negeri dinilai bakal menjadi satu aspek yang amat vital untuk menetapkan arah laju instrumen investasi ke depan.

Kendati bank sentral dalam negeri sudah mengerek tingkat suku bunga acuan menuju level 5,25 persen demi menekan gejolak pasar global, respons pasar masih terus dipantau.

Langkah pengamatan ini dilakukan untuk melihat efektivitas kebijakan tersebut dalam meredam fluktuasi mata uang dan membatasi aksi penarikan dana ke luar negeri.

"Jika Rupiah mampu menunjukkan stabilisasi dalam beberapa pekan ke depan, sentimen pasar berpotensi membaik dan membuka ruang bagi kembalinya aliran dana asing ke pasar saham maupun obligasi domestik," kata dia dalam analisanya Selasa (2/6/2026).

Di samping aspek dari dalam negeri, arah dari kebijakan keuangan otoritas moneter Amerika Serikat juga diproyeksikan menjadi pusat perhatian utama bagi para pelaku investasi.

Agenda pertemuan komite kebijakan moneter pada pertengahan bulan ini berpeluang menjadi stimulan paling besar bagi pergerakan instrumen investasi sepanjang Juni.

Para pelaku pasar dipastikan bakal terus menantikan indikasi terbaru terkait arah pergerakan tingkat suku bunga acuan global serta estimasi laju inflasi di Amerika Serikat.

Sikap dari otoritas moneter global yang condong tetap agresif berpotensi menjaga keperkasaan mata uang dolar Amerika Serikat sekaligus menahan laju masuknya dana ke pasar negara berkembang.

Namun sebaliknya, jika terdapat sinyalemen bahwa tekanan laju inflasi mulai melandai dan kesempatan pemangkasan suku bunga makin terbuka pada paruh kedua tahun ini, pasar dalam negeri akan diuntungkan.

Aset investasi yang memiliki profil risiko tinggi termasuk pasar modal dalam negeri berpeluang besar memperoleh sentimen yang bernilai positif.

Berikut adalah beberapa pilihan pergerakan saham yang menarik untuk dicermati oleh para pelaku pasar modal:

Satu, Buy GGRM dengan harga saat ini 17.000, titik masuk 17.000, target harga 18.525 (8,97 persen), batas rugi 16.275 (-4,26 persen), dan rasio risiko berbanding imbal hasil 1 berbanding 2,1.

Emiten produsen rokok ini dalam jangka waktu pendek kembali melaju di atas garis rata-rata bergerak lima hari dan secara umum menunjukkan pergerakan menyamping.

Meskipun bergerak menyamping, instrumen investasi ini memiliki potensi besar untuk bergerak naik sehingga dinilai sudah layak untuk diambil.

Dua, Buy MAPI dengan harga saat ini 1.495, titik masuk 1.495, target harga 1.600 (7,02 persen), batas rugi 1.450 (-3,01 persen), dan rasio risiko berbanding imbal hasil 1 berbanding 2,3.

Nilai jual dari emiten ritel ini terpantau konsisten melaju di atas garis rata-rata bergerak lima hari.

Pergerakan emiten ini dinilai cukup prospektif apabila berhasil menembus keluar dari zona konsolidasi pasar saat ini.

Tiga, Buy ICBP dengan harga saat ini 7.100, titik masuk 7.100, target harga 7.525 (5,99 persen), batas rugi 6.875 (-3,17 persen), dan rasio risiko berbanding imbal hasil 1 berbanding 1,9.

Nilai jual saham dari produsen makanan konsumsi ini mulai menyentuh titik terendah di sekitar area batas bawah dukungan pasar.

Selain itu, indikator teknikal memperlihatkan adanya tanda pembalikan arah yang samar menuju tren penguatan sehingga instrumen ini dinilai layak untuk diperdagangkan.

Empat, Buy Reksa Dana Saham ETF Consumer Indonesia dengan kode XIIC.

Saat ini produk investasi reksa dana saham berbasis indeks tertentu berkode pasar XIIC ini tengah berada pada area harga yang cukup prospektif untuk mulai dipantau investor ritel.

Dengan fokus utama pada sektor barang kebutuhan konsumen, produk XIIC ini memberikan peluang bagi pemodal untuk memiliki portofolio saham pilihan yang berkaitan erat dengan pola belanja harian warga.

Usai melewati tahapan penyesuaian harga pasar, kini peluang menuju potensi penguatan lanjutan kembali terbuka lebar seiring dengan prospek perbaikan serta pertumbuhan pada sektor barang konsumsi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index