Harga Perak Dunia Turun Tipis tetapi Berpeluang Naik secara Bulanan

Harga Perak Dunia Turun Tipis tetapi Berpeluang Naik secara Bulanan
Ilustrasi Perak Dunia, Sumber: (NET).

JAKARTA - Harga perak internasional mengalami penurunan tipis pada sesi perdagangan Jumat (29/5/2026). Meski demikian, komoditas ini tetap berpotensi membukukan tren positif dalam skala bulanan di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu serta melemahnya nilai mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan laporan pasar, nilai perak spot terpangkas sebesar 0,2 persen menjadi US$ 75,51 per ons.

Walaupun mengalami pelemahan pada penutupan pekan tersebut, logam mulia ini dinilai memiliki ketahanan yang cukup kuat jika dibandingkan dengan beberapa komoditas lainnya.

Kondisi pergerakan harga komoditas ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya fokus para pelaku pasar terhadap dinamika hubungan antara AS dan Iran.

Terdapat kabar bahwa kedua belah pihak sedang berdiskusi mengenai perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari yang juga melibatkan pelonggaran aturan pelayaran di wilayah Selat Hormuz, walau kesepakatan itu belum mencapai tahap final.

Adanya proyeksi meredanya tensi geopolitik ini turut memberikan dampak pada penurunan nilai mata uang dolar AS dan komoditas minyak bumi.

Pelemahan mata uang dolar AS membuat harga logam mulia menjadi lebih terjangkau bagi para investor luar negeri, yang kemudian menyokong tingkat permintaan pasar.

Namun di sisi lain, pasar komoditas masih berada dalam tekanan akibat munculnya ekspektasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Indikator ekonomi paling baru memperlihatkan bahwa laju inflasi di AS bergerak naik dengan kecepatan tertinggi dalam periode tiga tahun terakhir pada April akibat lonjakan harga energi.

Sinyal tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa otoritas moneter setempat belum akan mengambil kebijakan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Untuk pergerakan logam mulia lain, nilai emas spot terpantau menguat tipis sebesar 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ons setelah sempat tertekan ke posisi terendahnya dalam waktu dua bulan.

Sementara itu, untuk kontrak berjangka emas AS dengan masa pengiriman Agustus mencatatkan kenaikan sebesar 0,4 persen menuju posisi US$ 4.550,00 per ons.

Di sektor komoditas logam lainnya, harga platinum dilaporkan bergerak pada posisi stabil di angka: US$ 1.923,55 per ons

Sedangkan untuk nilai paladium mengalami pertumbuhan sebesar 0,6 persen ke level: US$ 1.375,57 per ons

Meski mengalami kenaikan di akhir pekan, nilai komoditas paladium tersebut tercatat masih mengalami penyusutan performa di atas 9 persen dalam hitungan bulanan.

Saat ini para pelaku industri dan investor terus memantau perkembangan data inflasi, arah kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve, serta situasi politik di kawasan Timur Tengah yang diproyeksikan menjadi pendorong utama arah pergerakan pasar logam mulia ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index