JAKARTA - Harga emas perhiasan di pasar dalam negeri terpantau masih kokoh di level tinggi pada sesi perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Situasi ini muncul akibat pergerakan nilai tukar Rupiah yang masih mengalami fluktuasi terhadap mata uang Dolar AS.
Kondisi pasar global yang tidak menentu ikut menjaga harga jual kembali aset emas perhiasan pada posisi yang menguntungkan bagi para kolektor logam mulia. Dinamika harga hari ini sangat dipengaruhi oleh tren penguatan nilai mata uang Dolar AS.
Walaupun harga emas di pasar dunia cenderung stabil, penurunan nilai kurs Rupiah membuat konversi harga emas lokal tetap mahal bagi masyarakat. Data Butik Emas Jakarta menunjukkan referensi emas batangan ada di angka Rp 2.866.148 per gram.
Nominal tersebut menjadi acuan bagi toko perhiasan maupun pengrajin dalam menetapkan harga jual final kepada pembeli. Biasanya, harga bagi konsumen akan ditambahkan dengan biaya jasa pembuatan serta margin laba untuk pihak penjual.
Masyarakat perlu menyadari bahwa harga sebuah perhiasan sangat ditentukan oleh level kemurnian atau kadar karatnya. Semakin besar kadar emas yang terkandung, maka harga tiap gramnya akan semakin tinggi karena dominasi unsur emas murni.
Estimasi rincian harga emas perhiasan di pasar saat ini untuk berbagai tingkat kemurnian telah tersedia. Emas kadar 24 karat dengan tingkat kemurnian 99,9 persen dibanderol pada kisaran Rp 2.866.000 per gram bagi konsumen.
Untuk jenis emas 22 karat dipatok seharga Rp 2.625.000, sementara emas 18 karat berada pada posisi Rp 2.150.000 per gram. Kadar yang lebih rendah seperti 14 karat dijual Rp 1.670.000 dan 10 karat di level Rp 1.200.000.
Angka-angka ini merupakan perkiraan harga rata-rata pada level pengecer yang bisa bervariasi di tiap toko tergantung tingkat kerumitan desain. Masalah geopolitik dunia sering menjadi aktor utama penyebab harga emas berubah secara tiba-tiba.
Bagi warga yang ingin memulai langkah investasi, memahami perbedaan jenis instrumen emas merupakan hal yang sangat penting. Nilai buyback umumnya lebih tinggi pada emas batangan karena tidak terpotong oleh biaya jasa pembuatan perhiasan.
Beberapa faktor kunci yang memengaruhi harga adalah kebijakan bank sentral dan permintaan industri perhiasan menjelang musim pernikahan. Fluktuasi Dolar AS terhadap Rupiah serta ketidakpastian ekonomi makro juga menjadi pendorong utama.
Secara teknis, perhitungan harga perhiasan memakai rumus harga emas murni dikalikan kadar kemurnian lalu ditambah ongkos tukang. Biaya produksi ini berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000 per gram melihat tingkat kerumitannya.
Bagi pemilik perhiasan lama yang tidak menyertakan surat resmi, harga jual kembali biasanya akan mendapat potongan lebih besar dari toko. Pihak toko diwajibkan melakukan pengetesan ulang guna memastikan keaslian logam mulia milik konsumen.
Laporan dari Sahabat Pegadaian menyebutkan bahwa emas dengan kadar 99,99 persen masih menjadi referensi utama pasar nasional. Penguatan Dolar AS secara historis memang mampu menahan atau mengoreksi harga emas domestik secara langsung.
Data mengenai harga komoditas ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar terbaru. Konsumen disarankan untuk belanja secara cermat dan melihat informasi resmi sebelum bertransaksi dalam jumlah besar.
Sampai siang ini, kegiatan perdagangan di pusat-pusat emas terlihat stabil dengan mayoritas transaksi pada emas kadar rendah. Para pelaku pasar diharapkan terus memantau kurs Rupiah yang menjadi variabel sensitif bagi harga emas harian.