JAKARTA – Harga emas perhiasan 28 April 2026 menunjukkan tren pelemahan signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya mengikuti fluktuasi pasar global.
Pergerakan nilai logam mulia di pasar domestik hari ini terpantau mengalami koreksi yang cukup terasa bagi para investor.
Analis komoditas, Heru Saputra, menjelaskan bahwa tekanan pada harga emas saat ini dipicu oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang mengurangi daya tarik aset safe haven tersebut.
Heru Saputra memperkirakan fluktuasi ini masih akan berlanjut hingga akhir pekan tergantung pada data inflasi yang akan dirilis oleh otoritas terkait.
"Kondisi pasar yang dinamis membuat harga emas perhiasan hari ini harus terkoreksi sekitar 1 persen dari posisi penutupan kemarin," kata Heru Saputra, sebagaimana dilansir dari asatunews.co.id, Selasa (28/4/2026).
Penurunan ini merata terjadi pada berbagai kadar emas mulai dari 18 karat hingga emas murni 24 karat.
Data di lapangan menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk melakukan buyback cenderung meningkat di tengah ketidakpastian harga yang terjadi belakangan ini.
Manajer Operasional Galeri Mulia, Siti Aminah, menyebutkan bahwa volume transaksi penjualan dari konsumen naik 15 persen sejak pembukaan toko pagi tadi.
"Kami melihat pola masyarakat lebih memilih mengamankan keuntungan terlebih dahulu saat melihat grafik harga emas mulai melandai secara berturut-turut," ujar Siti Aminah, dikutip dari asatunews.co.id, Selasa (28/4/2026).
Para kolektor emas batangan kini cenderung bersikap menunggu dan memantau perkembangan lebih lanjut sebelum memutuskan untuk menambah portofolio mereka.
Situasi ekonomi global tetap menjadi faktor penentu utama bagi arah pergerakan harga emas di masa mendatang.