JAKARTA - Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh terus berjalan seiring fokus pemerintah menjaga konektivitas antarwilayah.
Jalan dan jembatan menjadi elemen paling krusial karena berperan langsung dalam memastikan mobilitas warga, distribusi logistik, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi.
Dalam konteks inilah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan kesiapan membantu penanganan jalan provinsi menuju Pining di Kabupaten Gayo Lues secara bertahap.
Wilayah Pining selama ini dikenal memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Ketika bencana terjadi, akses jalan yang terbatas semakin memperbesar dampak terhadap masyarakat.
Oleh karena itu, dukungan pemerintah pusat dipandang penting untuk mempercepat pembukaan kembali jalur transportasi, terutama pada ruas-ruas yang menjadi penghubung utama antarkabupaten di Aceh bagian tengah dan tenggara.
Kementerian PU menegaskan bahwa keterlibatan pada jalan provinsi merupakan bentuk dukungan dalam situasi darurat, tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama pemerintah pusat terhadap jalan nasional.
Langkah ini juga mencerminkan sinergi yang dibangun antara pemerintah pusat dan daerah demi pemulihan yang lebih cepat dan terukur.
Konektivitas Jadi Prioritas Utama Pemerintah
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa konektivitas merupakan faktor kunci dalam penanganan pascabencana. Jalan dan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak utama pemulihan kehidupan masyarakat.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi infrastruktur sebagai prioritas strategis pemerintah. Dengan akses yang terbuka, proses evakuasi, penyaluran bantuan, serta pemulihan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dukungan Bertahap untuk Jalan Provinsi Menuju Pining
Komitmen Kementerian PU diwujudkan melalui dukungan terhadap penanganan ruas jalan provinsi Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining di Kabupaten Gayo Lues.
Penanganan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, mengingat kondisi geografis serta dampak bencana yang bervariasi di setiap titik.
Keterlibatan ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah pusat hadir untuk membantu daerah dalam situasi darurat. Dukungan tersebut diharapkan mampu meringankan beban pemerintah daerah sekaligus mempercepat pemulihan akses bagi masyarakat setempat.
Mobilisasi Alat Berat oleh BPJN Aceh
Dalam mendukung penanganan jalan provinsi tersebut, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah memulai mobilisasi alat berat secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk membantu penanganan darurat sesuai dengan progres pekerjaan dan kebutuhan nyata di lapangan.
Penanganan difokuskan pada ruas Blangkejeren–Kutacane, tepatnya di Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Titik awal penanganan berada di Ae Bobo, Blangkejeren dan Tetumpun. Sebanyak empat unit alat berat disiagakan, dengan dua unit dimobilisasi dari arah Pining dan dua unit dari arah Lokop. Strategi ini memungkinkan penanganan dilakukan dari dua sisi secara simultan.
Penjelasan BPJN Aceh soal Skema Penanganan
Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menjelaskan bahwa dukungan terhadap jalan provinsi dilakukan secara terukur. Prioritas tetap diberikan pada penanganan jalan nasional, namun bantuan untuk jalan daerah diberikan sesuai kapasitas dan urgensi di lapangan.
“Kementerian PU memberikan bantuan penanganan jalan provinsi secara bertahap dengan melihat kebutuhan di lapangan serta progres pekerjaan penanganan jalan nasional yang sedang kita tangani. Saat ini alat berat siap dimobilisasi untuk penanganan lanjutan menuju Pining,” ujar Heri.
Pendekatan bertahap ini diharapkan dapat memastikan efektivitas penggunaan sumber daya, sekaligus menjaga kelancaran penanganan di berbagai titik terdampak.
Progres Pemulihan Jalan Nasional di Gayo Lues
Seiring dukungan terhadap jalan provinsi, Kementerian PU juga terus mempercepat pemulihan jaringan jalan nasional di wilayah Gayo Lues dan sekitarnya. Hingga kini, progres penanganan menunjukkan hasil signifikan dengan sejumlah ruas strategis kembali terhubung dan fungsional.
Ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren telah fungsional untuk kendaraan roda dua dan roda empat sejak 21 Desember 2025. Selanjutnya, ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara kembali dapat dilalui sejak 9 Januari 2026 pascalongsor.
Sementara itu, ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane telah terhubung melalui penanganan longsor dan pemasangan Jembatan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I. Progres pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut juga terus berjalan.
Konektivitas Wilayah Aceh Kian Terhubung
Tidak hanya di Gayo Lues, sejumlah ruas nasional lain di Aceh turut mendapatkan penanganan darurat. Konektivitas antardaerah seperti Bireuen, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Tenggara, hingga Takengon telah kembali difungsionalkan melalui pemasangan Jembatan Bailey serta pembangunan jembatan permanen yang progresnya terus meningkat.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memastikan akses antarwilayah tetap terjaga, terutama di daerah rawan bencana dengan kondisi geografis menantang.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pemulihan
Kementerian PU menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Dukungan alat berat dan bantuan teknis pada jalan provinsi di Gayo Lues diharapkan mampu membuka kembali akses masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung kebangkitan aktivitas sosial dan ekonomi.
Dengan konektivitas yang kembali terjaga, masyarakat di wilayah Pining dan sekitarnya diharapkan dapat segera menjalani aktivitas secara normal, sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.