VIRAL

Dubai Chewy Cookie Jadi Tren Kuliner Viral Lewat Idol K-pop

Dubai Chewy Cookie Jadi Tren Kuliner Viral Lewat Idol K-pop

JAKARTA - Dalam dunia kuliner masa kini, sebuah makanan tidak hanya populer karena rasa atau bentuknya, tetapi juga lewat dukungan budaya populer. Dubai Chewy Cookie menjadi contoh nyata fenomena tersebut. Meski namanya mengandung “Dubai”, tren ini justru sedang meledak di Korea Selatan dan dikenal luas oleh penggemar K-pop dan pencinta makanan viral di media sosial. Fenomena ini membuka sekaligus memperlihatkan bagaimana makanan bisa bernilai lebih tinggi dari sekadar rasa—melainkan sebagai bagian dari budaya digital yang dipengaruhi selebriti.

Asal Usul dan Ciri Khas Dubai Chewy Cookie

Dubai Chewy Cookie mulai ramai diperbincangkan sejak akhir 2025 sebagai salah satu trend kuliner paling heboh di media sosial Korea Selatan. Dessert ini dikenal dengan teksturnya yang “chewy” atau kenyal, yang lebih mirip seperti mochi daripada kue tradisional. Lapisan luar dibuat dari marshmallow yang dilelehkan dan dibalut dengan bubuk cokelat, sementara bagian dalamnya diisi dengan krim pistachio dan serpihan kataifi yang renyah, memberi kombinasi tekstur yang kontras dan menarik.

Meskipun namanya menyebut “cookie”, Dubai Chewy Cookie bukan cookie klasik. Observasi ini kompatibel dengan laporan media internasional yang menyebut bahwa dessert ini terinspirasi dari Dubai chocolate—kakao khas dengan isi pistachio dan shredded kataifi—yang kemudian dimodifikasi di Korea menjadi sebuah dessert bernama jjondeuk atau “dujjonku” dalam bahasa Korea.

Peran Idol K-pop dalam Melonjaknya Tren

Salah satu faktor utama di balik popularitas dessert ini adalah keterlibatan idol K-pop yang ikut mencoba dan membagikan momen tersebut di media sosial. Idol senior seperti Yoona dari Girls’ Generation terlihat mengunggah proses pembuatan Dubai Chewy Cookie di Instagram lengkap dengan komentar tentang hasil kreasinya, yang berhasil menarik perhatian besar dari penggemar.

Tidak hanya itu, Sooyoung pun turut memposting Dubai Chewy Cookie yang dibuat oleh rekan segrupnya, menerima dan memuji rasanya melalui Instagram Story. Aksi ini semakin menegaskan bahwa tren ini bukan sekadar hype biasa, tetapi telah merambah dunia selebritas.

Fenomena ini semakin kuat setelah Jang Won-young dari grup IVE memposting foto dirinya menikmati Dubai Chewy Cookie di Instagram, yang turut memicu lonjakan minat netizen untuk mencoba dessert ini. Beberapa idol lain seperti Leeseo (IVE), Sowon (eks-GFRIEND), dan Bahiyyih (Kep1er) juga berbagi momen membuat cookie ini sendiri di kanal mereka masing-masing.

Dampak Viral Trend pada Penjualan dan Ketersediaan

Popularitas Dubai Chewy Cookie tidak hanya terlihat di media sosial; hal ini juga berdampak nyata di dunia ritel dan restoran. Di banyak kota Korea Selatan, antrean panjang mengular di depan kafe dan toko dessert yang menjual jjondeuk. Bahkan beberapa restoran yang sebelumnya tidak fokus pada dessert kini memasukkan Dubai Chewy Cookie ke dalam menu mereka sebagai strategi menarik pelanggan.

Trend ini juga mendorong perusahaan besar ritel seperti jaringan minimarket di Korea untuk ikut merilis versi chewy cookie dengan sentuhan rasa khas Dubai. Tidak jarang, warganet bahkan membuat peta daring untuk memantau lokasi penjualan dan stok item ini secara real-time, menunjukkan bagaimana keterlibatan komunitas digital semakin memperkuat fenomena viral tersebut.

Menurut laporan media internasional, pesanan untuk Dubai Chewy Cookie juga meningkat tajam di platform pengantaran makanan Korea. Misalnya, di aplikasi Baedal Minjok, jumlah pickup order melonjak signifikan—lebih dari tiga kali lipat dibanding sebulan sebelumnya—sementara pencarian terkait kata kunci dessert ini meningkat puluhan kali lipat dalam dua bulan terakhir.

Popularitas Meluas dan Adaptasi Lokal

Fenomena Dubai Chewy Cookie tak lagi terbatas di Korea Selatan. Laporan media kuliner Indonesia menyebut bahwa beberapa kafe di Jakarta telah mulai menawarkan versi lokal dari dessert ini, seraya mengadaptasi dengan kreasi rasa lain, seperti tambahan buah atau interpretasi oleh bakery internasional.

Harga per buah Dubai Chewy Cookie di beberapa kafe di Indonesia berkisar dari puluhan ribu hingga mendekati seratus ribu rupiah, tergantung pada kreasi dan lokasi penjualannya—menunjukkan bahwa dessert viral ini sudah menjangkau pasar internasional, meskipun asalnya kini lebih identik dengan tren Korea daripada Dubai itu sendiri.

Meski begitu, tren ini juga mendapat kritik dari sebagian pihak yang menilai bahwa fenomena makanan viral seperti ini sering kali lebih tentang pengalaman visual dan budaya digital daripada sekadar rasa atau kualitas makanannya—terutama ketika perilaku konsumsi di media sosial memicu “hype” yang berlebih.

Pesan Lebih Dalam di Balik Fenomena Viral

Dubai Chewy Cookie menjadi contoh menarik bagaimana kuliner, selebritas, dan media sosial dapat saling memperkuat satu sama lain dalam menciptakan tren global. Di era digital saat ini, makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga estetika, cerita, dan pengalaman yang dapat dibagikan. Dessert ini berhasil menjadi topik hangat di media sosial dan meja makan di berbagai negara karena kombinasi faktor tersebut—tekstur yang unik, dukungan idol K-pop, serta daya tarik visual yang kuat.

Fenomena ini juga memperlihatkan betapa cepatnya tren dapat berpindah lintas batas negara dan budaya, menghubungkan generasi muda di Asia melalui kecintaan mereka terhadap kuliner dan budaya pop. Dubai Chewy Cookie, dengan segala kontroversi dan antusiasmenya, adalah cerminan dinamika konsumsi modern yang berakar pada pengalaman bersama dan visual serta kekuatan media sosial untuk menciptakan trend global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index