Olahraga

Mercedes Konsisten Terdepan Warnai Hari Ketiga Shakedown F1 2026

Mercedes Konsisten Terdepan Warnai Hari Ketiga Shakedown F1 2026

JAKARTA - Sorotan utama hari ketiga Shakedown Formula 1 2026 di Barcelona kembali tertuju pada Mercedes. Meski sesi uji coba ini berlangsung tertutup dan tanpa publikasi catatan waktu resmi, aktivitas di lintasan menunjukkan peningkatan intensitas yang signifikan dibanding dua hari sebelumnya. Kehadiran McLaren yang akhirnya turun ke trek semakin memanaskan persaingan awal pramusim, namun Mercedes tetap tampil sebagai tim paling menonjol dari sisi keandalan dan konsistensi.

Aktivitas Lebih Padat di Hari Ketiga Uji Coba

Hari ketiga Shakedown F1 2026, yang digelar pada Rabu (28/1/2026), diikuti oleh enam dari total 11 tim yang terdaftar. Jumlah ini meningkat dibanding hari-hari sebelumnya dan memberikan gambaran lebih jelas tentang arah pengembangan masing-masing tim. McLaren menjadi salah satu perhatian utama karena baru turun ke lintasan setelah absen pada dua hari awal.

Setiap tim diberikan jatah maksimal tiga hari uji coba dalam periode satu pekan. Oleh karena itu, pemanfaatan waktu menjadi sangat krusial. McLaren, yang datang lebih lambat, merencanakan program latihan intensif hingga Jumat malam untuk mengejar ketertinggalan data.

Menurut laporan waktu tidak resmi SoyMotor, Lando Norris mulai mengemudikan mobil McLaren pada pukul 11.00 pagi. Pembalap asal Inggris itu menyelesaikan total 62 lap sepanjang hari, meski sebagian besar waktu sore dihabiskan di garasi. Pendekatan ini mengindikasikan McLaren lebih fokus pada evaluasi teknis ketimbang mengejar jarak tempuh maksimal.

Mercedes Tampil Paling Meyakinkan dari Sisi Keandalan

Di tengah variasi program uji coba tim lain, Mercedes justru tampil paling stabil. Mobil W17 mencatatkan total 183 lap, setara dengan jarak sekitar 852 kilometer, menjadikannya mobil dengan jarak tempuh terpanjang pada hari ketiga. Catatan ini menjadi indikator kuat soal keandalan awal paket Mercedes.

George Russell mendapat jatah mengemudi pada sesi pagi, sementara Andrea Kimi Antonelli mengambil alih pada sore hari. Pembagian waktu ini memungkinkan tim mengumpulkan data komparatif dari dua gaya mengemudi yang berbeda, sekaligus membantu pembalap muda Italia tersebut beradaptasi lebih cepat dengan mobil Formula 1.

Antonelli menjadi pembicaraan setelah mencatatkan waktu tercepat sejauh Shakedown ini berlangsung, meski catatan tersebut bersifat tidak resmi. Ia mencetak waktu 1:17,382 menggunakan ban lunak, unggul 0,2 detik dari Russell. Perlu dicatat bahwa Russell dilaporkan lebih banyak menggunakan ban C1, yakni kompon paling keras dalam jajaran Pirelli, sehingga perbandingan waktu tidak sepenuhnya mencerminkan performa murni.

Perbedaan Program Ban dan Pendekatan Tim

Variasi penggunaan ban menjadi salah satu faktor utama yang membuat catatan waktu pada fase ini sulit ditafsirkan. Mercedes sendiri tampak bereksperimen dengan beberapa jenis kompon, kemungkinan untuk membangun baseline performa sebelum masuk tahap pengembangan lebih agresif.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi uji coba awal, di mana tim lebih mengutamakan konsistensi, kestabilan aerodinamika, serta interaksi antara unit tenaga dan sasis. Dalam konteks ini, Mercedes dinilai paling mengesankan, setidaknya dari sisi kelancaran program dan minimnya gangguan teknis.

Sementara itu, McLaren memilih pendekatan yang lebih berhati-hati. Waktu panjang di garasi pada sore hari mengindikasikan adanya evaluasi detail terhadap data yang diperoleh Norris pada sesi pagi, meski tidak ada laporan masalah besar yang menghambat jalannya program mereka.

Insiden Teknis Warnai Tim Lain

Selain Mercedes dan McLaren, Alpine juga menurunkan kedua pembalapnya secara penuh. Di sisi lain, Arvid Lindblad, Oliver Bearman, dan Nico Hulkenberg masing-masing mengemudikan mobil Racing Bulls, Haas, dan Audi. Ketiga pembalap tersebut sempat menyebabkan keluarnya bendera merah akibat dugaan masalah teknis.

Situasi ini menjadi catatan tersendiri, khususnya bagi Audi. Tim asal Jerman tersebut diketahui mengalami hari pertama yang terganggu pada Senin, dan gangguan serupa di hari ketiga jelas bukan awal ideal bagi produsen unit tenaga F1 yang baru bergabung.

Meski demikian, enam mobil yang turun ke lintasan pada hari tersebut dilaporkan tetap mampu menyelesaikan setidaknya 42 lap. Angka ini menunjukkan bahwa secara umum, sesi berjalan produktif meski sempat diwarnai interupsi.

Menanti Keputusan Strategis Dua Hari Terakhir

Menjelang dua hari terakhir Shakedown, enam tim telah menggunakan dua dari tiga hari uji coba yang tersedia. Mereka kini dihadapkan pada keputusan strategis: memilih turun pada Kamis atau Jumat. Faktor cuaca diperkirakan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan tersebut.

Prakiraan menunjukkan tidak ada hujan pada kedua hari tersebut, dengan suhu yang relatif serupa. Namun, kondisi angin diperkirakan akan sedikit lebih kencang pada Jumat. Perbedaan kecil ini bisa berdampak pada pengujian aerodinamika, sehingga setiap tim harus menyesuaikan rencana mereka secara cermat.

Dengan Mercedes yang terus menunjukkan konsistensi dan tim lain masih mencari ritme terbaik, dua hari terakhir Shakedown F1 2026 diprediksi akan menjadi fase penting sebelum fokus mulai bergeser ke uji coba pramusim resmi dan persiapan menuju balapan pembuka musim.

 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index