Harga Sawit

Harga Sawit Mitra Riau Naik Dorong Optimisme Petani Pekan Ini

Harga Sawit Mitra Riau Naik Dorong Optimisme Petani Pekan Ini
Harga Sawit Mitra Riau Naik Dorong Optimisme Petani Pekan Ini

JAKARTA - Kenaikan harga tandan buah segar kelapa sawit kembali memberikan angin segar bagi petani mitra plasma di Provinsi Riau. 

Penyesuaian harga terbaru ini mencerminkan dinamika pasar global yang berdampak langsung pada sektor perkebunan daerah. Pemerintah daerah memastikan proses penetapan dilakukan sesuai regulasi dan prinsip keadilan.

Penetapan Harga Berbasis Evaluasi Terbaru

Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim penetapan harga telah menggelar rapat resmi untuk menentukan harga kelapa sawit mitra plasma. Penetapan harga periode 28 Januari hingga 3 Februari 2026 telah menggunakan tabel rendemen harga baru. 

Tabel tersebut merupakan hasil kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan yang disepakati oleh seluruh tim.

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok umur tanaman. Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok umur sembilan tahun. Nilai kenaikannya mencapai Rp68,04 per kilogram atau sebesar 1,92 persen dari periode sebelumnya.

Dengan kenaikan tersebut, harga pembelian tandan buah segar petani mitra plasma ditetapkan menjadi Rp3.611,39 per kilogram. Harga ini berlaku untuk satu pekan ke depan sesuai periode penetapan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pendapatan petani di tengah fluktuasi pasar.

Faktor Penopang Kenaikan Harga Pekan Ini

Supriadi menyampaikan bahwa kenaikan harga tidak terlepas dari meningkatnya harga komoditas turunan kelapa sawit. Harga crude palm oil atau CPO pada periode ini mengalami kenaikan signifikan. Harga kernel juga tercatat naik dibandingkan pekan sebelumnya.

“Dengan harga cangkang berlaku untuk satu bulan ke depan dengan harga Rp19,47 per kilogram,” ujar Supriadi. 

Ia menambahkan bahwa indeks K yang digunakan adalah indeks K satu bulan ke depan sebesar 92,67 persen. Harga penjualan CPO pekan ini naik Rp248,46 dan harga kernel naik Rp353,80 dari pekan lalu.

Kondisi tersebut memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan harga tandan buah segar. Kenaikan ini menjadi indikator positif bagi kinerja sektor perkebunan sawit daerah. Pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga agar tetap selaras dengan kondisi pasar.

Mekanisme Penetapan Harga Sesuai Regulasi

Dalam proses penetapan harga, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit yang tidak melakukan penjualan. Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8, kondisi tersebut telah diantisipasi dalam mekanisme penetapan harga. Harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim.

Apabila harga tersebut terkena validasi dua, maka digunakan harga rata-rata KPBN sebagai acuan. Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp14.653,00. Sementara itu, harga kernel KPBN berada di angka Rp12.135,00.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan,” sebut Supriadi. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga pekan ini lebih disebabkan oleh faktor naiknya harga CPO dan kernel. Penetapan ini dilakukan secara transparan dan terukur.

Perbaikan Tata Kelola Penetapan Harga

Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar terus melakukan pembenahan tata kelola. Langkah ini dilakukan agar penetapan harga selalu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan dan keadilan bagi kedua belah pihak yang bermitra.

Perbaikan tata kelola dilakukan melalui evaluasi berkala dan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan. Pemerintah daerah memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Dengan demikian, kepercayaan petani terhadap sistem penetapan harga dapat terus terjaga.

“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder,” kata Supriadi. Upaya tersebut didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas sistem.

Dampak Positif Bagi Kesejahteraan Petani

Kenaikan harga tandan buah segar memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani sawit mitra plasma. Pendapatan yang meningkat diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat perdesaan. Hal ini juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Riau menilai kebijakan harga yang adil akan mendorong keberlanjutan sektor perkebunan. Petani didorong untuk terus meningkatkan produktivitas dengan dukungan kebijakan yang berpihak. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani menjadi kunci utama.

“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Supriadi. Pemerintah daerah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut. Dengan tata kelola yang baik, sektor sawit di Riau diharapkan semakin berdaya saing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index