Jakarta - Cara mencegah kanker prostat penting untuk dipahami, terutama bagi pria yang sudah memasuki usia paruh baya. Kanker prostat terjadi ketika sel-sel di kelenjar prostat tumbuh secara abnormal.
Penyakit ini lebih sering menyerang pria di atas 50 tahun dan bisa berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal.
Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, namun beberapa faktor diyakini meningkatkan risiko, seperti riwayat keluarga dengan kanker prostat, gaya hidup yang kurang sehat, pola makan tidak seimbang, serta ketidakseimbangan hormon.
Meskipun pertumbuhannya cenderung lambat, kanker prostat tetap berpotensi membahayakan bila tidak terdeteksi lebih awal. Banyak kasus baru baru diketahui saat sel kanker sudah menyebar ke organ lain.
Karena itu, memahami cara mencegah kanker prostat sangat penting. Langkah-langkah pencegahan bisa mencakup pemeriksaan rutin, menjaga pola makan sehat, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan yang meningkatkan risiko kanker.
Deteksi dini dan gaya hidup sehat dapat membantu meminimalkan kemungkinan berkembangnya penyakit ini.
Berbagai cara mencegah kanker prostat
Sel kanker dapat berkembang di kelenjar prostat secara perlahan tanpa disadari, namun dalam beberapa kasus bisa menyebar dengan cepat.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius atau bahkan mengancam nyawa jika tidak ditangani.
Karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah kanker prostat agar risiko munculnya sel kanker dapat dikurangi.
Salah satu langkah utama adalah menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian. Perubahan kebiasaan sederhana, seperti menjaga asupan makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menghindari gaya hidup berisiko, bisa membantu menjaga kesehatan prostat.
Berikut beberapa tips dan kebiasaan sehat yang dapat Anda lakukan untuk mendukung pencegahan kanker prostat:
1. Batasi Asupan Lemak Hewani dan Produk Susu
Berbagai studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak, seperti daging merah (sapi, babi, domba) dan olahan susu (susu, keju), dapat meningkatkan risiko munculnya kanker pada prostat.
Selain itu, pria yang mengonsumsi kalsium berlebihan, baik melalui makanan maupun suplemen, juga berpotensi mengalami kanker prostat yang lebih agresif.
Oleh sebab itu, disarankan untuk membatasi jenis makanan tersebut untuk menurunkan risiko penyakit ini.
Sebagai alternatif, pilihlah makanan yang rendah lemak atau mengandung lemak sehat, seperti asam lemak omega-3.
Kandungan omega-3 dapat diperoleh dari beberapa sumber, seperti ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat.
Selain itu, mengurangi konsumsi suplemen kalsium dan membatasi makanan tinggi kalsium, seperti susu, juga dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.
2. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
Selain lemak sehat, penting juga untuk menambahkan lebih banyak sayur dan buah ke dalam menu harian.
Kedua jenis makanan ini kaya akan nutrisi, vitamin, dan serat, yang dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan dan secara tidak langsung membantu mencegah munculnya kanker prostat.
Salah satu kelompok sayuran yang bermanfaat untuk melawan kanker adalah sayuran cruciferous.
Menurut National Cancer Institute, sayuran ini mengandung banyak nutrisi penting, termasuk karotenoid, vitamin C, E, K, folat, serta mineral.
Selain itu, sayuran cruciferous juga memiliki senyawa glucosinolates yang berfungsi sebagai zat antikanker.
Beberapa contoh sayuran dari kelompok ini yang baik dikonsumsi antara lain pokcoy, brokoli, kubis, kembang kol, lobak, dan selada air.
Selain itu, memperkaya menu dengan sayuran dan buah lain juga penting. Salah satu buah yang dianjurkan adalah tomat, yang mengandung likopen, sejenis antioksidan yang diketahui dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker pada prostat.
3. Konsumsi Teh Hijau dan Produk Kedelai
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein kedelai yang dikenal sebagai isoflavon dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat.
Isoflavon bekerja dengan menurunkan kadar PSA (prostate-specific antigen) dalam tubuh. Untuk memanfaatkan manfaat ini, Anda dapat rutin mengonsumsi susu kedelai atau olahan kedelai lainnya, seperti tahu dan tempe.
Selain kedelai, teh hijau juga dikenal memiliki sifat yang dapat mengurangi risiko kanker prostat, terutama pada pria yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap penyakit ini.
Mengonsumsi teh hijau secara teratur bisa menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
4. Hindari Kebiasaan Merokok
Merokok tidak hanya berpotensi menyebabkan kanker paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kanker prostat jenis agresif, yaitu kanker yang berkembang dan menyebar lebih cepat.
Oleh karena itu, berhenti merokok sejak sekarang merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan diri sendiri dan keluarga, serta membantu menurunkan risiko kanker prostat.
5. Rutin Berolahraga
Tetap aktif melalui olahraga teratur merupakan cara penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk mengurangi risiko kanker prostat.
Aktivitas fisik juga membantu menjaga berat badan ideal, yang berperan dalam mencegah pertumbuhan sel kanker.
Anda tidak perlu melakukan olahraga dalam waktu lama; cukup 15–30 menit setiap hari atau total tiga jam per minggu sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya.
6. Mempertahankan Berat Badan Ideal
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obesitas dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kanker prostat jenis agresif.
Oleh karena itu, menjaga berat badan tetap ideal menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit ini sejak dini.
Cara paling efektif melakukannya adalah dengan menerapkan pola makan rendah kalori serta rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan energi yang dikeluarkan membantu tubuh tetap sehat sekaligus menurunkan risiko berkembangnya sel kanker.
7. Hindari Konsumsi Suplemen Vitamin E Berlebihan
Penelitian juga menemukan bahwa konsumsi vitamin E dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat agresif.
Jika kebutuhan harian vitamin E Anda telah tercukupi, yaitu sekitar 15 mg per hari, sebaiknya hindari menambahkan suplemen tambahan. Anda bisa memperoleh vitamin E secara alami dari berbagai makanan, seperti almond, bayam, brokoli, dan alpukat.
Prinsip ini juga berlaku untuk suplemen lainnya: lebih baik mencukupi kebutuhan nutrisi harian melalui makanan sehat daripada bergantung pada suplemen.
Dengan cara ini, tubuh tidak hanya mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan, tetapi juga mencegah potensi risiko penyakit, termasuk kanker prostat, sejak dini.
Obat-obatan yang dapat membantu mencegah kanker prostat
Selain menjalankan pola hidup sehat seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa jenis obat tertentu juga dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat, khususnya bagi individu dengan faktor risiko tinggi.
Obat yang umum digunakan untuk tujuan ini termasuk inhibitor 5-alpha reductase, seperti finasteride (Proscar) dan dutasteride (Avodart).
Cara kerja obat-obatan ini adalah dengan menghambat enzim 5-alpha reductase, yang bertugas mengubah hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT).
DHT dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada kelenjar prostat, sehingga penghambatan enzim ini diyakini dapat mengurangi kemungkinan perkembangan penyakit.
Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional.
Dokter akan menilai apakah Anda termasuk dalam kategori berisiko tinggi dan menentukan apakah penggunaan obat ini tepat sebagai bagian dari langkah pencegahan kanker prostat.
Sebagai penutup, dengan menerapkan pola hidup sehat, diet seimbang, olahraga rutin, dan pemeriksaan medis berkala, Anda bisa efektif menjalankan cara mencegah kanker prostat.