JAKARTA - Sriwijaya Capital, perusahaan private equity yang dipimpin oleh Arsjad Rasjid, baru saja menyalurkan investasi sebesar US$20 juta (sekitar Rp335,32 miliar) untuk mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) jumbo di Morowali, Sulawesi Tengah.
Investasi ini menandai langkah awal Sriwijaya Capital dalam sektor energi terbarukan, sekaligus mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi energi di Indonesia.
Arsjad Rasjid menyatakan bahwa investasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembang energi terbarukan di Indonesia, khususnya PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), yang sedang menjalankan proyek ambisius untuk mengembangkan PLTS di wilayah tersebut.
Dengan dana ini, SESNA diharapkan dapat mempercepat implementasi proyek energi terbarukan yang berkelanjutan.
Sinergi Sriwijaya Capital dan SESNA dalam Transisi Energi
Sebagai pendiri Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid mengungkapkan keyakinannya bahwa sektor energi terbarukan di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang seiring dengan upaya pemerintah untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emissions/NZE) pada tahun 2060.
Menurut Arsjad, dengan momentum yang tepat, investasi di sektor ini akan menciptakan peluang besar bagi pengembang energi terbarukan, termasuk SESNA, yang telah dikenal sebagai salah satu pemain utama di industri ini.
"Investasi ini mendukung pertumbuhan SESNA dan ambisi Indonesia untuk daya saing industri yang berkelanjutan dan jangka panjang," ujar Arsjad.
Dirinya juga menjelaskan bahwa Sriwijaya Capital tidak hanya berfokus pada aspek finansial, namun juga berperan aktif dalam memperkuat kapasitas SESNA melalui pendekatan tiga pilar, yakni capital, collaboration, and capability.
Pendekatan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa SESNA tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga dapat mengoptimalkan setiap potensi yang ada dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Proyek PLTS Jumbo di Morowali: Momentum Transisi Energi
Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) jumbo di Morowali menjadi salah satu fokus utama investasi ini. SESNA menargetkan pembangunan pembangkit surya berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage systems/BESS) berkapasitas 80 MWh.
Pengembangan proyek ini sangat relevan dengan target pemerintah Indonesia untuk mempercepat adopsi energi terbarukan di seluruh sektor industri, serta mendukung upaya mencapai target emisi nol bersih.
Peran Strategis Sriwijaya Capital dalam Menyokong Proyek Energi Terbarukan
CEO Sriwijaya Capital, Hartanto Tjitra, menjelaskan bahwa Sriwijaya Capital telah memilih mitra strategis yang memiliki potensi besar, salah satunya SESNA, yang dianggap memiliki kemampuan operasional luar biasa dalam menjalankan proyek energi terbarukan.
Hartanto menekankan bahwa Sriwijaya Capital berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan tim SESNA untuk membuka potensi proyek ini, memperluas jejak dan operasi mereka, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.
"Sriwijaya Capital akan bekerja sama dengan Rico Syah Alam dan tim SESNA untuk membuka nilai dalam platform mereka dan mempercepat pengembangan proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar," ujar Hartanto.
Dengan investasi ini, diharapkan SESNA dapat memperluas kapasitas operasionalnya dalam pengembangan proyek energi terbarukan, sehingga dapat berkontribusi signifikan dalam transisi Indonesia menuju sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Kemitraan dengan Jaringan Institusional untuk Percepat Ekspansi
CEO SESNA, Rico Syah Alam, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan Sriwijaya Capital merupakan langkah penting bagi perusahaan, yang akan memungkinkan mereka untuk mempercepat rencana ekspansi proyek-proyek energi terbarukan.
Sebagai pemain utama di sektor ini, SESNA memiliki lebih dari 30 megawatt-peak (MWp) proyek tenaga surya operasional yang sudah dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan lebih dari 450 MWp dalam tahap pengembangan.
"Sriwijaya Capital membawa modal strategis dan jaringan institusional yang akan mempercepat kemampuan kami untuk menghadirkan proyek energi terbarukan dalam skala besar," ungkap Rico.
Dia menambahkan bahwa SESNA berfokus pada pengembangan proyek dengan fundamental yang kuat dan eksekusi yang terukur, seiring dengan ambisinya untuk memperluas jejak dan meningkatkan kapasitas solusi energi terbarukan di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.
Mendukung Visi Indonesia Menuju Net Zero Emissions 2060
Investasi Sriwijaya Capital ini juga sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060. Pemerintah Indonesia telah menetapkan sasaran ambisius untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan meningkatkan kapasitas energi terbarukan, termasuk tenaga surya, sebagai bagian dari komitmen dalam mengatasi perubahan iklim.
Proyek PLTS di Morowali ini diharapkan dapat mendukung tercapainya target tersebut, sekaligus mempercepat transisi Indonesia menuju sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Arsjad Rasjid menegaskan bahwa Sriwijaya Capital akan terus mendukung pengembangan sektor energi terbarukan sebagai bagian dari kontribusinya dalam membantu Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dukungan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.
Peluang Transisi Energi Indonesia dan Dampaknya pada Industri Energi
Dengan dukungan Sriwijaya Capital, SESNA diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mengembangkan dan memperluas proyek energi terbarukan di Indonesia.
Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia, mengingat negara ini berada di jalur khatulistiwa dan memiliki paparan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun. Oleh karena itu, proyek PLTS jumbo di Morowali diharapkan menjadi salah satu langkah besar dalam mempercepat transisi energi Indonesia.
Seiring dengan perkembangan proyek ini, Sriwijaya Capital juga memperlihatkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan energi terbarukan di Asia Tenggara, yang diyakini akan menjadi salah satu sektor yang terus berkembang pesat di masa depan.
Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki SESNA, serta dukungan dari Sriwijaya Capital, sektor energi terbarukan di Indonesia siap menghadapi tantangan besar dan meraih peluang besar di pasar global.
Investasi yang Mendorong Percepatan Transisi Energi
Investasi Sriwijaya Capital sebesar Rp335,32 miliar di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) menjadi titik penting dalam pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia.
Melalui proyek PLTS jumbo di Morowali, yang memiliki kapasitas 262 MWp dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), SESNA berkomitmen untuk mendukung transisi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target emisi nol bersih Indonesia pada 2060 dan meningkatkan kapasitas energi terbarukan di seluruh Asia Tenggara.