JAKARTA – Masyarakat di wilayah Aroanop dan Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua tengah menghadapi kesulitan yang signifikan akibat terhentinya layanan penerbangan menuju kampung mereka. Masalah tersebut telah memicu desakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk segera membuka kembali rute penerbangan yang menghubungkan wilayah-wilayah terpencil ini.
Anggota DPRK Mimika, Dolfin Beanal, mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat Aroanop bukanlah masalah sepele. Warga mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan pasokan bahan makanan (Bama) dan terhambatnya mobilisasi untuk aktivitas layanan pemerintahan. Situasi ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius bagi Pemkab Mimika.
"Apa yang dikeluhkan warga Aroanop itu sangat benar, karena saya juga anak dari wilayah Tembagapura. Makanya saya juga desak supaya Pemkab melalui dinas terkait harus buka kembali akses pesawat ke sana," ujar Dolfin Beanal, pada Kamis, 13 Februari 2025.
Lokasi Aroanop dan Tsinga, yang berada di ketinggian dan dikelilingi oleh pegunungan, memang memiliki akses darat yang terbatas. Selama bertahun-tahun, penerbangan lokal menjadi satu-satunya jalur transportasi yang dapat membantu distribusi bahan makanan, obat-obatan, dan keperluan lainnya yang esensial bagi masyarakat. Namun, dengan dihentikannya penerbangan, penduduk di wilayah ini harus menghadapi tantangan yang cukup berat sehari-harinya.
Dolfin Beanal menyatakan bahwa kebutuhan yang paling mendesak adalah untuk memperlancar layanan kesehatan di wilayah tersebut. "Selain kesulitan bahan makanan, yang paling dibutuhkan ialah untuk kelancaran layanan kesehatan bagi masyarakat. Sebab, selama ini telah ada warga yang sakit dan akhirnya tidak tertolong, karena tidak bisa dirujuk ke Timika," ungkap Dolfin.
Masyarakat lokal, kata Dolfin, sering kali harus menghadapi kondisi kedaruratan medis tanpa adanya akses cepat ke fasilitas kesehatan yang memadai. Ketika pasien tidak bisa dirujuk ke rumah sakit di Timika, kemungkinan perawatan tepat waktu menjadi terbatas, dan dalam beberapa kasus, dapat berakibat fatal.
Mengusahakan solusinya, Dolfin menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Mimika dan maskapai penerbangan untuk segera memulihkan layanan tersebut. "Melihat hal itu, apapun alasannya, Pemkab secepatnya harus bekerja sama dengan maskapai tertentu, dan kembali melayani masyarakat Aroanop, Tsinga, dan sekitarnya," dorongnya.
Upaya untuk membuka kembali rute penerbangan ke Tembagapura ini juga dianggap penting untuk memastikan bahwa kegiatan pemerintahan dan pembangunan di daerah tersebut dapat terus berjalan dengan lancar. Tanpa transportasi udara, berbagai program pemerintah dan kegiatan pembangunan di kawasan terisolasi itu menjadi terhenti atau bahkan terbengkalai.
"Penerbangan itu harus ada lagi yang melayani ke wilayah gunung. Saya juga akan temui langsung dinas terkait untuk bicarakan hal ini," tambah Dolfin Beanal, mengungkapkan komitmennya untuk segera mengupayakan solusi.
Masalah aksesibilitas di wilayah pegunungan Papua memang kerap kali menjadi tantangan. Infrastruktur jalan yang masih terbatas menjadikan transportasi udara sebagai tulang punggung penghubung berbagai aktivitas penting di daerah tersebut. Oleh karena itu, peran Pemkab untuk proaktif mencari solusi menjadi hal yang krusial.
Rute penerbangan yang memungkinkan konektivitas yang lebih baik tidak hanya akan mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat di Aroanop dan Tsinga, tetapi juga meningkatkan akses mereka terhadap perawatan kesehatan, pendidikan, dan perdagangan. Dengan begitu, masyarakat setempat dapat lebih sejahtera dan memiliki kesempatan yang setara dengan daerah lain.
Dalam konteks ini, keterlibatan aktif pemerintahan daerah, koordinasi dengan maskapai penerbangan, dan kerjasama dengan berbagai stakeholder an menjadi langkah-langkah yang harus segera diambil. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk membangun Papua dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah.
Desakan dari Dolfin Beanal ini diharapkan dapat memicu respons cepat dari Pemkab Mimika, sehingga fasilitas dasar dan hak-hak dasar masyarakat di distrik yang terpencil ini dapat terpenuhi. Sama pentingnya, tindakan segera akan mencegah terjadinya situasi serupa di masa depan dan memastikan bahwa masyarakat tidak perlu lagi mengalami kesulitan serupa.