JAKARTA - Fitch Ratings Indonesia baru saja mengumumkan penurunan Peringkat Nasional Insurer Financial Strength (IFS) PT Asuransi Asei Indonesia (Asei) dari ‘A(idn)’ menjadi ‘BBB+(idn)’. Keputusan ini mencerminkan volatilitas dalam kondisi keuangan dan kapitalisasi perusahaan, berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit hingga Desember. Peringkat tersebut kini ditempatkan pada Rating Watch Negative (RWN), sebuah indikator akan potensi penurunan lebih lanjut.
Alasan Penurunan Peringkat: Data dan Fakta
Keputusan penurunan peringkat ini, seperti dikutip dari pernyataan resmi Fitch, “mencerminkan penurunan tajam dalam metrik kapitalisasi dan kinerja keuangan Asei.” Rasio modal berbasis risiko (RBC) Asei menurun signifikan dari 265% pada tahun sebelumnya menjadi 131% pada akhir tahun, sedikit di atas batas minimum regulasi sebesar 120%. Di samping itu, modal ekuitasnya menyusut dari Rp467 miliar menjadi Rp385 miliar. Ini menandakan bahwa meskipun masih di atas persyaratan baru regulator sebesar Rp250 miliar untuk tahun depan, volatilitas tersebut menimbulkan tantangan besar.
Dampak pada Kondisi Keuangan
Sementara itu, aspek leverage keuangan Asei mengalami peningkatan, berada pada angka 51%, naik dari 47% di tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pinjaman subordinasi dari perusahaan induknya, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), sebesar Rp407 miliar yang belum memiliki tanggal jatuh tempo. Kondisi ini memperparah situasi, mengingat tingginya risiko dan tekanan pada kapitalisasi perusahaan.
Performa Underwriting yang Menurun
Kerugian underwriting Asei semakin memburuk dengan rasio gabungan rata-rata mencapai 126% dalam periode tiga tahun terakhir dan melonjak drastis menjadi 187% pada akhir tahun. Kontribusi besar dalam penurunan ini datang dari bisnis asuransi kredit jangka panjang yang menyumbang kerugian bersih sebesar IDR73 miliar pada tahun tersebut, berbanding terbalik dengan laba bersih sebesar IDR8 miliar setahun sebelumnya.
Pengembalian ekuitas juga menunjukkan tren negatif, merosot dari 2% menjadi -17%, yang memperkuat perspektif Fitch bahwa kinerja keuangan Asei akan terus bergejolak akibat tingginya eksposur terhadap asuransi umum serta perubahan cadangan.
Strategi dan Respon Asei Terhadap Situasi
Meskipun mengalami tantangan, Asei berusaha untuk merancang strategi diversifikasi. Berhentinya penerimaan bisnis asuransi kredit multiguna mendorong penurunan 21% pada premi bruto. Namun, Asei berfokus untuk memperluas sektor asuransi umum. Hasilnya, kontribusi asuransi umum dalam premi bruto meningkat dari 29% menjadi 67%.
Kendati demikian, Asei mengandalkan perusahaan reasuransi untuk mensesikan preminya, terutama mengingat skala operasionalnya yang relatif kecil di industri. Rasio pemulihan reasuransi melonjak tajam menjadi 345%, menempatkan tekanan eksternal yang lebih besar pada basis modal perusahaan.
Penilaian Profil Bisnis dan Masa Depan
Fitch menilai profil bisnis Asei sebagai ‘Kurang Baik’, dengan pangsa pasar yang kecil, sekitar 0,3%. Mereka mencatat, “Selera risiko Asei lebih tinggi daripada sektor dengan eksposur yang tidak seimbang terhadap asuransi umum.” Meskipun memiliki strategi investasi konservatif yang bertumpu pada kas dan surat berharga pendapatan tetap, diversifikasi tetap menjadi isu kritis.
Strategi investasi Asei yang konservatif, dengan lebih dari 80% aset berada dalam kas atau surat berharga pendapatan tetap, pada satu sisi menjaga stabilitas, tetapi di sisi lain membatasi potensi pertumbuhannya. "Kami menilai selera risiko Asei lebih tinggi daripada sektor tersebut, karena tingginya eksposur terhadap asuransi umum relatif terhadap ukurannya yang kecil," ungkap Fitch.
Tanggapan dan Harapan Ke Depan
Ke depan, pengelolaan kapitalisasi menjadi tantangan yang harus diatasi segera oleh Asei. Sementara itu, langkah-langkah strategis yang terukur dan efisien, seperti kolaborasi dengan perusahaan startup, mungkin diperlukan guna menjaga daya saing dan stabilitas di tengah kondisi yang dinamis.
Bos Asuransi Asei sendiri telah mengindikasikan, "Pastikan adopsi teknologi efisien dan terukur" sebagai langkah ke depan dalam rangka menghadapi tantangan ini. Langkah ini diharapkan dapat memberikan landasan yang lebih kuat bagi perusahaan di masa depan, sembari terus memonitor kondisi pasar dan mengevaluasi ulang strategi bisnisnya.
Dengan penurunan peringkat yang diberikan oleh Fitch, PT Asuransi Asei Indonesia kini menghadapi tantangan berat dalam memperkuat posisi keuangan dan memenuhi harapan para pemegang saham. Adopsi inovasi teknologi, diversifikasi yang lebih baik, dan pengelolaan risiko yang ketat menjadi kunci utama untuk melangkah menuju masa depan yang lebih stabil dan berhasil.