JAKARTA - Para menteri Indonesia mengambil langkah strategis untuk mengatasi kebutuhan perumahan nasional. Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), yang dikenal dengan sapaan Ara, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, sepakat memanfaatkan 792 hektare tanah BUMN untuk proyek pembangunan 3 juta rumah.
Dalam konversi besar-besaran ini, target utamanya adalah merealisasikan 123.000 unit rumah pada 2025 di lokasi-lokasi milik perusahaan-perusahaan pelat merah. Langkah ini adalah bagian dari upaya memenuhi janji politik Prabowo Subianto, Presiden terpilih pada Pilpres 2024, untuk menambah ketersediaan hunian bagi rakyat Indonesia.
Detil Kesepakatan dan Implementasi Proyek
Menteri Ara menyatakan, sebagian besar pengembangan akan melibatkan BUMN seperti Perumnas, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Bank Tabungan Negara (BTN), dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). "Kami sudah survei dan menemukan 5 lokasi strategis yang bisa langsung ditinjau untuk pengembangan," jelas Ara di Kementerian BUMN, Jakarta.
Lokasi yang siap dikembangkan termasuk Blok K Pulo Gebang, Stasiun Cicayur, Stasiun Jurangmangu, Rusun Klender, dan salah satu area di Jonggol. Direktur Perumnas, Budi Saddewa, menekankan bahwa lokasi-lokasi ini akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). "TOD ini mengintegrasikan hunian dengan transportasi publik, menguntungkan untuk kestabilan dan aksesibilitas hunian," katanya.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Untuk memastikan kesuksesan proyek, Ara menegaskan kolaborasi dengan Bank Indonesia serta Badan Pengelola Investasi Daya Aganta Nusantara (BPI Danantara) akan diperkuat. "Target kami seimbang, harus ada keuntungan bagi negara, masyarakat, serta dunia usaha," tuturnya saat menyampaikan pentingnya sinergi tiga pilar: pemerintah, BUMN, dan masyarakat.
Strategi Pembiayaan dan Proyek Perumahan
Dalam situasi anggaran yang semakin ketat, dengan pemangkasan hingga Rp 1,613 triliun, Ara tidak kehilangan optimisme. Dirinya percaya, pendekatan kreatif dan strategis masih bisa mengefisienkan pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas proyek. "Keterbatasan anggaran tidak boleh jadi penghalang. Kami tetap bersemangat dan inovatif," ungkapnya setelah rapat dengan Komisi V DPR RI.
Prioritas Program Perumahan
Ara bertekad melanjutkan Ketuaannya untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, salah satunya adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang terbukti bermanfaat secara langsung. Selain itu, pengembangan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi fokus penting.
FLPP ditargetkan menyumbang pembiayaan bagi 220.000 unit rumah. Ara bercita-cita menambah kuota penyaluran seiring waktu. "Kita sudah punya dasar, yaitu 220.000 unit, sebagai titik awal. Tujuannya, kita terus meningkatkan kapasitas ini," paparnya.
Dukungan dan Harapan Lintas Stakeholder
Sebagai salah satu inisiator proyek, Erick Thohir memberi penekanan pada peran serta sektor swasta. "Kami membuka pintu bagi mitra swasta yang ingin berkolaborasi. Ini bukan hanya inisiatif pemerintah, tetapi gerakan nasional," ujar Erick saat konferensi pers.
Selain dukungan dari pemerintah dan swasta, masyarakat juga memainkan peran signifikan. Pengamat properti, Andi Darmawan, menilai langkah tersebut ialah langkah progresif dalam menjalankan janji eksekutif yang inklusif. "Proyek ini tangguh karena menggabungkan kepentingan banyak pihak dalam satu tujuan bersama," tegas Andi.
Proyek pembangunan rumah ini mewakili transformasi besar dalam penyediaan hunian layak bagi rakyat Indonesia. Dengan memanfaatkan aset BUMN secara efektif, diharapkan target ambisius ini dapat tercapai, membantu pemerintah memenuhi janji dan memastikan masyarakat memperoleh akses perumahan yang lebih baik.
Kesepakatan antara Ara dan Erick Thohir bukan hanya simbol kerjasama dalam pemerintah tetapi juga ajakan bagi semua pihak untuk bersama-sama memecahkan masalah nasional. Masyarakat luas, pemerintah, serta mitra bisnis diminta berperan aktif sehingga cita-cita Indonesia untuk memiliki hunian layak bagi semua dapat terwujud dalam waktu dekat.