JAKARTA – Generasi Z, yang kini berusia 30 tahun atau lebih muda, secara konsisten membuktikan diri sebagai segmen pasar dominan dalam industri kecantikan di Indonesia. Meski secara tradisional dikenal dengan daya beli yang tidak setinggi generasi sebelumnya, generasi ini telah menciptakan efek domino dalam penjualan produk kecantikan, berkat kemahiran mereka dalam menggunakan platform digital untuk riset dan pembelian.
Dominasi Generasi Z dalam Pasar Kecantikan
Laporan "Behaviour in Purchasing Beauty Categories" yang dirilis oleh SOCO Insight Factory milik peritel produk kecantikan Social Bella pada Januari 2025 mengungkap betapa masifnya pengaruh Generasi Z dalam pasar ini. Dikutip dari laporan tersebut, sebanyak 54% dari total konsumen produk kecantikan di tahun 2023 berasal dari Generasi Z, meningkat dari 48% di tahun 2020. Sementara itu, konsumen milenial kini hanya menyumbang 41% dari total pembeli, dan Generasi X, yang lahir antara 1965-1979, memasuki angka minoritas sebesar 4%.
Christopher Madiam, Co-founder & CEO Social Bella, dalam siaran persnya pada 23 Januari 2025, mengungkapkan, "Tren ini menunjukkan pentingnya inovasi digital dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku konsumen muda yang lebih mengedepankan pengalaman belanja yang fleksibel dan nyaman."
Kemampuan Beli yang Relatif, Namun Menggugah Penjualan
Meskipun daya beli Generasi Z lebih rendah dibandingkan generasi yang lebih tua—dengan 48% dari pembelian bernilai kurang dari Rp 150.000—generasi ini tetap mampu mengedor penjualan produk-produk yang sedang tren. Produk eau de parfum misalnya, mengalami peningkatan penjualan hingga 304%, jauh melebihi pertumbuhan penjualan yang dicapai oleh pembeli milenial yang hanya sekitar 160%.
Kecanggihan Digital Sebagai Katalisator
Generasi Z dikenal dengan kemampuannya yang handal dalam memanfaatkan teknologi, terutama media sosial, sebagai sumber riset. Sebanyak 71% dari generasi ini menggunakan medium daring untuk menemukan informasi tentang produk, mulai dari bahan baku hingga fungsi produk kecantikan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan milenial yang hanya mencapai 29%.
Memahami kekuatan ini, Social Bella melalui platform Sociolla dan aplikasi SOCO Beauty App terus menawarkan fitur-fitur canggih seperti Real User & Expert Review yang menyajikan ulasan dari pengguna langsung dan pakar kecantikan. Hal ini semakin mempermudah generasi muda untuk membuat keputusan belanja yang lebih bijak dan terinformasi.
Tren Global yang Mendukung Pertumbuhan
Tak hanya terbatas pada pasar Indonesia, industri kecantikan global juga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan kosmetik dan produk perawatan pribadi mencatat pertumbuhan tahunan mencapai 14% pada tahun 2022. ASEAN Briefing mencatat bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi ini akan mencapai 9% pada 2026.
"Proyeksi menunjukkan bahwa demografi Indonesia akan berkembang menjadi 135 juta kelas menengah pada tahun 2030," kutip laporan tersebut, mengindikasikan potensi masif yang siap digarap oleh pelaku industri.
Kebangkitan UKM dan Pergeseran Digital
Di Indonesia, kesuksesan industri ini tidak lepas dari dukungan usaha kecil dan menengah (UKM) yang terus menunjukkan daya saing di pasar global. Ekspansi UKM ini terlihat semakin pesat berkat kemudahan akses yang ditawarkan oleh platform e-commerce, meski di tengah tantangan ekonomi global.
Dalam kontek ini, Sociolla terus berinovasi dengan membuka lebih dari 100 toko omnichannel di 40 kota se-Indonesia, menyediakan pengalaman belanja yang seamless dan terintegrasi antara pengalaman daring dan luring. Pendekatan ini sejalan dengan gaya hidup konsumen masa kini yang mengutamakan kenyamanan serta fleksibilitas.
Masa Depan Industri Kecantikan
Dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, pelaku bisnis kecantikan terus berusaha untuk mengeksplorasi peluang yang ada. "Kami terus menghadirkan terobosan teknologi terbaru guna memperkuat pengalaman belanja baik online maupun offline," papar Christopher Madiam, menunjukkan komitmen Sociolla untuk terus berada di garis depan inovasi dalam industri ini.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang mencapai 50% pada tahun 2024, Social Bella dan pemain industri lainnya menunjukkan bahwa meski di tengah berbagai tantangan, inovasi digital dan pemahaman tentang perilaku konsumen menjadi kunci penting dalam menjaga momentum pertumbuhan industri kecantikan di era modern ini.
Dalam iklim ekonomi yang dinamis, generasi muda seperti Generasi Z akan terus menjadi pendorong utama dalam meredefinisi lanskap industri, membantu menciptakan tren baru yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga keberlanjutan dan nilai tambah produk kecantikan.