Net Sell Asing Rp1,31 T Sesi Pertama

Kamis, 10 September 2026 | 10:43:52 WIB
Ilutrasi Bursa. ( sumber : net )

JAKARTA - Para pemodal asing membukukan tindakan pelepasan bersih alias net foreign sell yang terbilang masif pada sesi awal perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan keterangan Stockbit Sekuritas, kalangan asing membukukan pembelian sejumlah Rp2,71 triliun, di sisi lain pelepasan menembus angka Rp4,02 triliun.

Oleh sebab itu, net foreign sell menjejak angka Rp1,31 triliun.

Tindakan jual asing tersebut timbul ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusut 0,14% ke level 6.668,52 pada sesi I.

Meskipun demikian, IHSG sempat menggapai level puncak 6.712,50 sebelum akhirnya berbalik melemah.

Di samping itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) keluar sebagai saham yang paling banyak diborong pihak asing dengan nominal net buy Rp177,57 miliar.

Selanjutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) membukukan net buy Rp134,80 miliar.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berada di urutan setelahnya dengan net buy Rp97,24 miliar, menyusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp84,83 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) Rp63,70 miliar.

Kalangan asing juga terpantau menjalankan pembelian bersih atas PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sejumlah Rp53,97 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp43,37 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp40,29 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp32,57 miliar, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp28,88 miliar.

Di sisi lain, tekanan lepas saham paling tinggi melanda saham-saham sektor perbankan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi instrumen yang paling banyak dilepas pihak asing dengan net foreign sell Rp276,20 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul bersama net sell Rp116,19 miliar.

Kemudian, PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan net sell Rp76,47 miliar dan PT AMMAN Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp36,17 miliar.

Pihak asing turut melepas saham PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp34,19 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp22,53 miliar, PT Chandra NCKL Rp17,83 miliar, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp17,14 miliar.

Terkini

Dody Hanggodo: Masyarakat Butuh Infrastruktur, Bukan Wacana

Jumat, 11 September 2026 | 13:55:18 WIB

Mengamankan Data Pribadi di HP dari Kejahatan Siber Terampuh

Kamis, 10 September 2026 | 11:26:17 WIB

Bahaya Gunakan Wi-Fi Publik Tanpa VPN pada Smartphone

Kamis, 10 September 2026 | 11:20:35 WIB

Panduan Aktivasi Otentikasi Dua Faktor Terlengkap 2026

Kamis, 10 September 2026 | 11:18:01 WIB

Tips Memilih Antivirus Android Terbaik 2026 Terlengkap

Kamis, 10 September 2026 | 11:15:01 WIB