Rumah Menkeu Terkena Abu Vulkanik dan Operasional Bandara Ditutup

Senin, 07 September 2026 | 10:59:29 WIB
Operasional Bandara Ditutup (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tempat tinggalnya turut terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang baru-baru ini hangat dibicarakan di Jakarta.

Keadaan tersebut membuat kediaman Purbaya kembali kotor walau telah disapu.

“Di rumah saya sedikit (kena abu vulkanik). Enggak tahu ke mana, bersih-bersih saja kok kotor terus,” kata Purbaya usai rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2026).

Purbaya pada awalnya tidak menyadari kalau debu yang berada di huniannya kemungkinan dipicu abu vulkanik.

Dia baru menghubungkan peristiwa tersebut usai isu penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ramai dibahas.

“Mungkin apa bukan ya. Saya nggak tahu, nggak sadar tadinya (abu vulkanik),” ujar Purbaya.

Di sisi lain, beberapa bandara dihentikan operasinya sampai pukul 18.00 WIB akibat abu Anak Krakatau.

Sebelumnya, AirNav Indonesia kembali memperbarui data aeronautika terkait imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.

Penyesuaian dikerjakan secara dinamis dengan memperhitungkan dinamika keadaan ruang udara dan aspek keamanan penerbangan.

"Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026," ungkap EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, Senin, 7 September 2026.

Penyesuaian jangka waktu penghentian tersebut merupakan opsi pencegahan guna menunjang keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ujarnya.

AirNav Indonesia juga selalu berkoordinasi bersama pemangku kepentingan penerbangan guna memastikan kabar mengenai keadaan ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan terkirim secara tepat waktu.

Sebelumnya, Pemerintah mengoperasikan beberapa bandara pengganti selama 24 jam guna menjaga kelancaran perpindahan penumpang.

Kondisi ini terjadi usai delapan bandara dihentikan sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dikutip dari Sumbernya, Senin (7/9/2026).

"Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kami sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kami buka untuk operasi 24 jam," ujar Dudy.

Bandara alternatif yang disediakan mencakup Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Yogyakarta International Airport, serta Bandara Adi Soemarmo di Solo.

Dudy menjelaskan, seluruh bandara pengganti tersebut dapat dimanfaatkan maskapai untuk pendaratan maupun keberangkatan selama kondisi operasional di delapan bandara terimbas abu vulkanik masih belum memungkinkan demi keamanan penerbangan.

Sementara itu delapan bandara yang dihentikan operasionalnya akibat abu vulkanik erupsi GAK mencakup Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung.

Selanjutnya Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.

Pemerintah menjadwalkan penghentian operasional delapan bandara itu sampai Minggu pukul 23.59 WIB.

Akan tetapi, berdasarkan pengumuman paling baru, Kemenhub memperpanjang penutupan delapan bandara terimbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Senin, 7 September 2026 pukul 09.00 WIB demi menjaga keselamatan penerbangan.

Penghentian tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, dan Bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Kementerian Perhubungan memperpanjang penghentian berdasarkan NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 hingga pukul 08.59 WIB pada 7 September 2026.

Tags

Terkini