Abu Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan 2.300 Penerbangan di 7 Bandara Utama

Senin, 07 September 2026 | 10:59:28 WIB
Abu Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan 2.300 Penerbangan (FOTO: NET)

JAKARTA - Otoritas Perhubungan mendata 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang mengalami kendala akibat penutupan sementara sejumlah bandar udara dampak sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pejabat Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi memaparkan, jumlah tersebut merupakan gabungan sejak 5 September 2026 hingga Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB.

Imbas operasional ini meliputi jadwal penerbangan yang dibatalkan, diundur, hingga dialihkan jalurnya.

"Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik," ujar Dudy dari Sumbernya, Senin (7/9/2026).

Rinciannya, pada bandar udara yang ditutup sementara, ada 1.397 penerbangan dan 177.579 penumpang yang mengalami imbasnya.

Sedangkan pada bandar udara lain yang mengalami penyesuaian jalur, tercatat 922 penerbangan dengan 92.758 penumpang terdampak.

Sampai sekarang, ada tujuh bandar udara masih ditutup sementara:

Bandara Soekarno-Hatta (Banten) berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26 Bandara Radin Inten II (Lampung) Bandara Budiarto (Banten) Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) Bandara Pondok Cabe (Banten) Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung) Bandara Husein Sastranegara (Bandung, Jawa Barat)

Dudy menjamin pihak Kemenhub terus memantau imbas debu vulkanik terhadap lalu lintas udara secara rutin.

Seandainya keadaan membaik, langkah pembukaan bandar udara bakal segera disiapkan.

Kegiatan pembersihan wilayah krusial bandar udara tetap membutuhkan waktu sebelum operasional resmi dijalankan kembali.

Dudy juga memohon warga agar bersabar selama masa penanganan berlangsung.

"Dalam persiapannya, apabila kondisi sudah memungkinkan untuk bandara dibuka, kami akan melakukan upaya-upaya seperti pembersihan runway, taxiway, maupun apron. Hal ini supaya apabila pada waktunya situasi sudah memungkinkan, bandara siap dioperasikan," jelas Dudy.

Tags

Terkini