Laporan Panduan Kunci Akses Pendanaan Usaha Sandiaga Uno di JEC 2026

Minggu, 06 September 2026 | 12:35:06 WIB
Sandiaga Uno di Kompleks Istana Kepresidenan (FOTO: NET)

JAKARTA - Tokoh usaha Sandiaga Uno menyatakan unit bisnis yang siap meraih suntikan dana tidak cukup jika hanya mengandalkan catatan keuangan yang sehat. Di samping itu, perusahaan harus mempunyai tim yang kuat serta sanggup menghasilkan nilai bisnis secara berkelanjutan.

Menurut Sandiaga, investor serta pihak pemberi pinjaman tidak sekadar memantau peningkatan omzet, profitabilitas, aliran kas, maupun kekayaan perusahaan, melainkan turut menguji kualitas sumber daya manusia yang mengeksekusi bisnis tersebut.

“Saya justru yakin sebuah bisnis dikatakan funding ready kalau dia berinvestasi pada SDM, because there are people behind numbers,” ujar Sandiaga dalam acara Jakarta Entrepreneur Conference (JEC) 2026 di Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (5/9/2026).

Sandiaga menekankan agar para pendiri membentuk tim terbaik sebelum memfokuskan diri berburu investor. Ia menggarisbawahi bahwa entitas bisnis tidak membutuhkan figur superman, melainkan super team yang sanggup menghasilkan nilai dan menjaga keberlangsungan usaha.

“Tidak ada superman, yang ada super team. Investasi terpenting adalah bagaimana kita memiliki kekuatan dalam membangun tim,” katanya.

Sandiaga menganggap pebisnis wajib sanggup memperlihatkan proof of concept serta market traction sebelum menggaet investor. Rekam jejak pertumbuhan usaha lewat modal mandiri dapat menjadi poin plus karena memperlihatkan keseriusan founder dalam mempertaruhkan dana dan tenaganya sendiri.

Pihak investor cenderung lebih mengapresiasi pebisnis yang berani menyertakan hasil kerja serta tabungan pribadinya ke dalam operasional, sebagai bentuk skin in the game.

“Blood, sweat, and tears yang menjadi modal awal itu menjadi hal yang sangat bernilai buat investor,” ujar Sandiaga.

Walau begitu, ia menyarankan pelaku usaha agar tidak tergesa-gesa mencari investor sejak awal bila usaha masih sanggup berkembang mandiri. Suntikan dana eksternal baru dicari sewaktu tambahan modal tersebut benar-benar bisa mempercepat pembesaran skala bisnis secara nyata.

“Kombinasi antara bootstrapping dan mengundang investor ini adalah soal timing. Kita cari waktu yang pas, bukan hanya untuk merealisasikan nilai usaha, tetapi juga membawa usaha kita ke next level,” jelasnya.

Bagi perusahaan pemula yang belum sanggup membayar SDM berkualitas tinggi dengan gaji besar, Sandiaga menganjurkan opsi skema kepemilikan saham sebagai bagian dari paket imbalan.

Perusahaan dapat menawarkan Employee Stock Option Program (ESOP) dan Long Term Incentive Plan (LTIP) kepada jajaran manajemen. Skema ini memungkinkan para pekerja mendapatkan manfaat langsung dari peningkatan nilai perusahaan seiring perkembangan bisnis.

Selanjutnya, Sandiaga menyampaikan kebutuhan permodalan bakal terus melonjak seiring skala usaha yang makin membesar. Saat pendapatan perusahaan mulai menyentuh nominal signifikan, pilihan penawaran umum perdana saham bisa mulai dipertimbangkan.

“General rule of thumb-nya adalah kalau revenue kita sudah menembus Rp 1 triliun, itu saatnya kita mulai memikirkan IPO, karena bisnis kita berarti sudah cukup besar,” katanya. Menurutnya, IPO dapat membantu meningkatkan transparansi, tata kelola, akses pendanaan, hingga proses suksesi antargenerasi.

Gelaran JEC 2026 lokasi Sandiaga berbicara diselenggarakan untuk membuka kran pendanaan bagi para pengusaha dan UMKM lewat program Business Matching. Acara ini berlangsung pada 3–6 September 2026 di JICC Senayan, Jakarta, dengan membawa tema “Beyond Border, Let’s Go Together”.

Ajang ini diinisiasi oleh Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) DKI Jakarta bekerja sama dengan ekosistem bisnis Indonesia–Korea Selatan, JIPREMIUM, dan Korea International Trade Association (KITA).

Event Director JEC 2026, Firdaus Usman, menyampaikan bahwa JEC 2026 memposisikan diri sebagai Most Connected International Business Growth Platform.

“Tujuannya agar peserta tidak berhenti pada inspirasi, tetapi pulang membawa strategi yang bisa dijalankan, koneksi yang relevan, serta peluang yang dapat ditindaklanjuti,” ujar Firdaus.

Selain Business Matching, JEC 2026 turut memfasilitasi Business Clinic guna konsultasi bisnis mendalam, Growth Expo, serta program International Collab yang membuka peluang ekspansi pasar antara pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan.

Chairman JEC 2026, Yeti Riyadi, menambahkan bahwa perhelatan ini menargetkan kehadiran 1.000 peserta konferensi dan 15.000 pengunjung expo. Sejumlah tokoh nasional dan pakar bisnis turut hadir sebagai pembicara, antara lain Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, Hermawan Kartajaya, Indrawan Nugroho, dan Presiden TDA 9.0 Ferdian Brilian.

Tags

Terkini