Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Pelita Air Alami Pembatalan

Minggu, 06 September 2026 | 12:35:06 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi (FOTO: NET)

JAKARTA - Maskapai Pelita Air mendata sekurang-kurangnya 41 jadwal penerbangan terganggu akibat penghentian operasional sementara Bandara Soekarno-Hatta lantaran paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Keputusan pembatalan hingga perubahan jadwal ini berimbas pada kurang lebih 5.337 penumpang.

Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, menegaskan bahwasanya tindakan tersebut dilakukan guna menempatkan keselamatan penerbangan sebagai hal paling utama.

"Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama kami. Berdasarkan data sementara periode 5–6 September 2026, terdapat 41 penerbangan Pelita Air yang terdampak dengan sekitar 5.337 penumpang," ujar Faik, Minggu (6/9/2026).

Lantaran informasi resmi, Bandara Soekarno-Hatta sudah dihentikan sementara operasionalnya mulai pukul 01.30 WIB dini hari dan estimasi perpanjangan penghentian berjalan sampai pukul 13.30 WIB.

Faik memaparkan, pergerakan udara yang terganggu didominasi jalur dalam negeri dari maupun menuju Jakarta, ditambah satu jalur luar negeri Jakarta-Singapura.

"Kami memahami ketidaknyamanan ini. Pelita Air terus berkoordinasi dengan pihak bandara dan otoritas terkait untuk memberikan pelayanan terbaik serta penanganan bagi seluruh penumpang terdampak," tambahnya.

Secara menyeluruh, Kementerian Perhubungan merekam terdapat 209 rute udara yang terhalang akibat penghentian aktivitas Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengutarakan bahwasanya penghentian operasional sementara direalisasikan berlandaskan hasil evaluasi keselamatan sebaran abu gunung api.

"Berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara awal periode 01.30–09.30 WIB saja, sudah tercatat 209 pergerakan penerbangan yang terdampak," kata Lukman.

Jalur dengan gangguan terbanyak buat kelompok dalam negeri yaitu tujuan Makassar (UPG) sebanyak 16 pergerakan armada udara. Sedangkan buat jalur luar negeri, pergerakan udara menuju Singapura (SIN) menjadi yang paling banyak terganggu yakni 11 pergerakan.

Secara terperinci, penanganan status pergerakan udara luar negeri meliputi 16 pembatalan, 7 penundaan, serta 5 pengaturan ulang jadwal. Jalur yang terganggu di antaranya Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur.

Sementara buat jalur dalam negeri, ada 4 pembatalan dan 1 pergerakan udara dialihkan (divert) buat rute Lampung, Denpasar, serta Surabaya. "Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi berkala, menyediakan ruang tunggu, serta memastikan penanganan penumpang berjalan sesuai prosedur," tegas Lukman.

Pada bagian lain, pengelola lokasi penerbangan menjamin seluruh armada udara yang tengah melakukan parkir inap (Remain Over Night/RON) pada kawasan apron dalam posisi terlindungi dari paparan abu.

Sampai Minggu (6/9/2026) pagi, terhitung ada 170 armada udara disiagakan pada kawasan apron Soekarno-Hatta. Rinciannya mencakup 66 armada udara pada Terminal 1, 51 armada udara pada Terminal 2, 49 armada udara pada Terminal 3, hingga 4 armada udara pada terminal barang.

Tags

Terkini