JAKARTA - PT TASPEN (Persero) bersinergi bareng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggalakkan peningkatan pemahaman serta kepedulian publik terkait krusialnya merancang masa purna tugas dari usia muda via Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026.
Mengusung tajuk 'Muda Berkarya, Tua Bahagia', deretan agenda ini menjadi momen guna mengajak publik, terutama angkatan kerja produktif, mengawali pemahaman seputar pentingnya proteksi masa depan supaya dapat melalui hari tua secara mandiri, nyaman, dan sejahtera.
Mengacu pada Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 garapan OJK, angka literasi program pensiun tercatat pada 27,79%, sementara tingkat inklusinya baru menyentuh 5,37%.
Ketimpangan tersebut memperlihatkan masih lebarnya jurang antara tingkat pemahaman publik terkait tabungan purna tugas dan pemanfaatannya sebagai elemen perencanaan finansial mendatang.
Fakta ini menjadi dasar utama untuk gencar memperluas jangkauan edukasi serta pemahaman jaminan hari tua kepada khalayak.
Petinggi Corporate Secretary TASPEN dari sumbernya mengutarakan pembenahan masa purna bakti mesti dipupuk sejak usia produktif supaya masyarakat mengantongi tenggat waktu memadai untuk menata kehidupan di masa mendatang.
"'Semangat Muda Berkarya, Tua Bahagia' menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini. Kami berharap rangkaian kegiatan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan pensiun," ujar dari sumbernya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).
Rangkaian acara Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 diawali via Kick Off beserta pencanangan yang dihelat berbarengan di Jakarta, Bandung, serta Semarang pada 6 September 2026.
Pencanangan yang disokong oleh OJK beserta jajaran elemen terkait industri pensiun ini menjadi pijakan guna menguatkan komitmen bersama dalam menggenjot literasi dan kesadaran publik seputar pentingnya merancang hari tua sejak usia kerja.
Melalui kemasan agenda informatif dan interaktif, warga diajak mengawali perancangan masa depan lebih awal supaya bisa melalui masa pensiun dengan lebih siap, mandiri, serta sejahtera.
TASPEN mengundang seluruh warga untuk ambil bagian pada ajang Kick Off Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 yang diresmikan serentak di Jakarta, Bandung, dan Semarang pada 6 September 2026.
Khusus wilayah Jakarta, perhelatan dipusatkan di Area Pedestrian FX Sudirman dengan target kehadiran mencapai 500 partisipan yang mencakup anggota aktif maupun pensiunan TASPEN, utusan OJK, ASABRI, BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, ADPLK, serta masyarakat dan komunitas olahraga.
Acara dikemas lewat zumba bersama instruktur Liza Natalia, diskusi interaktif bersama perencana keuangan Prita Ghozie, pameran booth dari TASPEN Group, OJK, ADPLK/ADPI, ASABRI, dan BPJS Ketenagakerjaan, plus aneka kuis serta doorprize.
Selepas agenda Kick Off, perhelatan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 bakal dilanjutkan lewat giat edukasi dan literasi pensiun di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 16 September 2026.
Agenda itu menargetkan keterlibatan hingga 1.000 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kampus, mahasiswa, masyarakat umum, serta kelompok komunitas informal.
Lewat kegiatan tersebut, penyebaran pemahaman terkait pentingnya merancang pensiun diharapkan sanggup menjangkau lapisan masyarakat dari beragam rentang umur dan latar belakang, utamanya generasi produktif.
Selanjutnya, agenda Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 bakal dipungkasi via Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 yang berperan sebagai ajang strategis guna mengulas arah pengembangan sektor pensiun, penguatan ekosistem, serta isu-isu kunci demi keberlanjutan industri pensiun nasional.
Sumbangsih TASPEN dalam Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 merupakan wujud nyata ikrar Perusahaan dalam menyokong Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia serta skema perlindungan sosial yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Selaku rujukan utama dalam pengelolaan program jaminan sosial bagi ASN dan Pejabat Negara, TASPEN konsisten mengukuhkan kiprahnya via kolaborasi bersama OJK dan pemangku kepentingan guna mengerek pemahaman serta kepedulian warga mengenai krusialnya perencanaan masa depan sejak usia produktif.