Langkah Strategis Investor Menjaga Portofolio di Tengah Penurunan Pasar

Jumat, 04 September 2026 | 12:10:12 WIB
Ilustrasi investor (FOTO: NET)

JAKARTA - Pasar saham Indonesia yang telah terkoreksi sekitar 25 persen sepanjang 2026 membuat investor perlu lebih cermat menjaga portofolio, bukan hanya mengejar keuntungan tinggi.

Dari sumbernya mengatakan, strategi diversifikasi dan pembagian fungsi setiap aset dinilai penting diterapkan agar kekayaan tetap terjaga di tengah perubahan kondisi pasar.

“Dalam membangun portofolio, investor perlu melihat setiap aset berdasarkan fungsinya, bukan hanya berdasarkan return. Diversifikasi bukan sekadar memiliki banyak instrumen, tetapi memastikan setiap bagian dari portofolio memiliki peran yang jelas,” ujar dari sumbernya dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Dari sumbernya menyoroti sejumlah kondisi yang menjadi perhatian investor saat ini.

Suku bunga Amerika Serikat masih berada pada level tinggi, sementara nilai tukar Rupiah telah melemah sekitar 10 persen dalam satu tahun terakhir.

Di sisi lain, pasar saham Indonesia telah terkoreksi sekitar 25 persen sepanjang tahun ini.

Sementara itu, instrumen obligasi Indonesia masih menawarkan tingkat return yang relatif menarik.

Menurut dari sumbernya, kondisi tersebut membuat investor perlu melihat kembali tujuan dan fungsi masing-masing aset dalam portofolio.

Tidak seluruh dana harus ditempatkan untuk mengejar tujuan yang sama.

Sebagian aset dapat digunakan sebagai sumber income dalam denominasi dollar AS, sebagian menghasilkan reguler income dalam rupiah, sedangkan aset lainnya perlu tetap likuid agar dapat digunakan ketika investor membutuhkan dana atau menemukan peluang investasi.

Pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui pembagian fungsi portofolio, mulai dari USD income dan currency diversification, reguler Rupiah income, hingga liquidity management.

“Instrumen fixed income dapat menjadi salah satu bagian dari portofolio sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi,” ujar dari sumbernya.

Senada, dari sumbernya mengatakan kekayaan seseorang tidak hanya berasal dari financial capital, tetapi juga human capital.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan seseorang untuk kembali menghasilkan atau mengakumulasi kekayaan juga dapat berubah.

“Orang berumur lebih konservatif bukan karena penakut tapi karena mesin refill-nya sudah beda ukuran,” ujar dari sumbernya.

Karena itu, strategi investasi perlu disesuaikan dengan tahap kehidupan investor.

Kemampuan mengambil risiko, tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, serta kemampuan untuk kembali menghasilkan kekayaan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam membangun portofolio.

Dari sumbernya menilai, dalam menjaga kekayaan tidak hanya berarti memastikan return investasi mampu mengimbangi inflasi, tetapi juga memastikan aset yang dimiliki tetap mampu mempertahankan daya beli dan memenuhi kebutuhan hidup yang terus berkembang.

“Fokus investor tidak semata-mata pada pertanyaan mengenai seberapa besar return yang bisa diperoleh, tetapi juga seberapa besar risiko yang harus diambil untuk mempertahankan dan mengembangkan kekayaan secara berkelanjutan,” ujar dari sumbernya.

Sementara itu, dari sumbernya menekankan pentingnya risk management dalam menjaga kekayaan.

Menurutnya, leverage tidak menciptakan return, tetapi memperbesar dampak dari sebuah keputusan, baik ketika keputusan tersebut menghasilkan keuntungan maupun ketika mengalami kerugian.

“Karena itu, strategi investasi perlu disertai pengelolaan risiko yang disiplin. Investor juga perlu memahami bahwa kerugian dan keuntungan tidak bersifat simetris,” ujar dari sumbernya.

Dari sumbernya menambahkan, ketika nilai investasi mengalami penurunan besar, dibutuhkan kenaikan yang jauh lebih tinggi untuk mengembalikan nilai portofolio ke posisi semula.

“Kondisi tersebut membuat pengendalian risiko menjadi bagian penting dalam menjaga kekayaan,” tambah dari sumbernya.

Dari sumbernya menekankan bahwa membangun kekayaan tidak berhenti pada upaya memperoleh return.

Investor juga perlu memastikan portofolio memiliki struktur yang mampu bertahan melewati berbagai siklus pasar.

“Pendekatan tersebut mencakup diversifikasi, pembagian fungsi setiap aset, pengelolaan risiko, serta penyesuaian strategi dengan tujuan dan tahap kehidupan investor,” tegas dari sumbernya.

Tags

Terkini