JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau ANTAM membukukan perolehan kinerja cemerlang selama rentang semester I-2026.
Kondisi tersebut terlihat dari pencapaian laba periode berjalan yang menyentuh Rp 6,91 triliun, melesat 34% berbanding rentang waktu yang sama tahun terdahulu.
Pada aspek lain, ANTM turut mengantongi kenaikan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 9,62 triliun, terangkat 35% jika disandingkan dengan EBITDA tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,11 triliun.
"Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi ANTAM untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga Perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkap dari sumbernya, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).
Selama paruh pertama 2026, ANTM meraup laba kotor senilai Rp 10,85 triliun, naik 32% ketimbang periode tahun lalu sebesar Rp 8,24 triliun.
Seirama dengan hal itu, perolehan laba usaha perseroan pun melonjak 38% menuju titik Rp 8,44 triliun dari posisi Rp 6,14 triliun pada tahun terdahulu.
Tingginya profitabilitas ANTM didorong oleh pertumbuhan pendapatan lain-lain hingga 41% menuju angka Rp 559,37 miliar, dari posisi awal Rp 395,42 miliar pada tahun sebelumnya.
Dinamika ini didorong oleh lompatan keuntungan selisih kurs serta bagian laba dari entitas asosiasi.
Selanjutnya laba bersih per saham dasar sepanjang semester I-2026 terdata berada pada angka Rp 265,85 per saham.
Nilai tersebut melonjak hingga 36% dari catatan laba bersih per saham dasar periode tahun terdahulu yang senilai Rp195,43 per saham dasar.
Di sisi lain mengenai akumulasi aset, ANTM membukukan ekspansi 27% menjadi Rp 61,27 triliun, dari torehan tahun sebelumnya sebesar Rp 48,38 triliun.
Tingkat ekuitas perseroan terangkat 14% ke posisi Rp 38,53 triliun dengan ketersediaan likuiditas kas dan setara kas menyentuh Rp 9,23 triliun hingga penutupan semester I-2026.
Memasuki sektor operasional, ANTM membukukan total penjualan bersih pada semester I-2026 sebesar Rp 62,71 triliun, tumbuh 6% berbanding pencapaian periode serupa tahun lalu sebesar Rp 59,02 triliun.
Pasar domestik menjadi penopang utama dengan menyumbang Rp 60,15 triliun atau mencakup 96% dari keseluruhan penjualan bersih ANTM sepanjang semester pertama tahun ini.
"Capaian kinerja operasional ANTAM pada 1H26 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi Perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," jelas dari sumbernya.
Komoditas emas menjadi pendorong utama arus penjualan perseroan lewat kontribusi mencapai 80% dari total pendapatan.
Nilai transaksi emas naik 1% menjadi Rp 50,39 triliun ketimbang catatan periode serupa tahun terdahulu.
Berkat pemantapan strategi niaga di dalam negeri, volume pemasaran emas terdata menyentuh 18.080 kg (581.286 troy oz.).
Adapun hasil penambangan emas internal ANTM berada di kisaran 433 kg (13.921 troy oz).
Selanjutnya di lini nikel (feronikel serta bijih nikel) memberikan sumbangan 17% atau senilai Rp 10,41 triliun atas total omzet ANTM pada paruh pertama 2026.
Capaian tersebut melesat 32% dibanding kurun waktu terdahulu yang bernilai Rp 7,87 triliun.
ANTM turut memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) lewat optimalisasi proses penambangan, dengan volume penjualan bijih nikel mencapai 6,77 juta wmt.
ANTM juga mencatat volume produksi nikel dalam feronikel (TNi) sebanyak 7.788 ton sepanjang semester I-2026.
Secara akumulatif, volume penjualan feronikel tumbuh 32% ke posisi 7.605 TNi berbanding 5.763 TNi.
Sedangkan untuk pilar bauksit dan alumina, tercatat menyumbang 3% dari total penjualan dengan nilai Rp 1,88 triliun, terangkat 28% dari posisi Rp 1,46 triliun pada kurun tahun terdahulu.
Volume produksi bauksit berada di angka 1,28 juta wmt, sejalan dengan pemaksimalan kapasitas, efisiensi tambang, serta besarnya permintaan lokal.
Selama rentang semester I-2026, penjualan bauksit terangkat 24% menjadi 1,26 juta wmt.
Sementara untuk output alumina (chemical grade alumina) tercatat berada pada level 100.257 ton alumina, bertambah 12%.
Dari aspek realisasi penjualan, terdata menyentuh 100.437 ton alumina, naik 10% dibanding catatan periode tahun sebelumnya.